majalahsuaraforum.com – Keputusan Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba untuk mengundurkan diri dari jabatannya memicu persaingan ketat dalam internal Partai Demokrat Liberal (LDP). Pemilihan ketua partai baru akan menentukan siapa yang berpeluang besar diajukan sebagai perdana menteri melalui pemungutan suara di parlemen.
Meski begitu, berbeda dengan periode-periode sebelumnya, jabatan ketua LDP tidak serta merta menjamin kursi perdana menteri. Pasalnya, koalisi pemerintah saat ini telah kehilangan mayoritas di kedua kamar parlemen. Kondisi ini membuka kemungkinan, meskipun tipis, bagi pemimpin oposisi untuk memimpin negara dengan ekonomi terbesar keempat dunia.
Dikutip dari Reuters, berikut adalah lima tokoh yang dinilai sebagai kandidat paling kuat menggantikan Ishiba.
—
1. Sanae Takaichi (64 tahun)
Sanae Takaichi berpotensi mencetak sejarah sebagai perempuan pertama yang menduduki kursi perdana menteri Jepang. Karier politiknya panjang, mulai dari menjabat sebagai Menteri Urusan Dalam Negeri hingga Menteri Keamanan Ekonomi.
Pada pemilihan ketua LDP tahun lalu, ia sempat melaju hingga putaran kedua, meski akhirnya dikalahkan oleh Ishiba. Dikenal memiliki pandangan konservatif, Takaichi terang-terangan menyuarakan keinginan untuk mengamandemen konstitusi Jepang pascaperang.
Ia juga rutin berziarah ke Kuil Yasukuni, sebuah praktik yang kerap memicu kritik keras dari negara-negara tetangga. Dari sisi kebijakan ekonomi, Takaichi tegas menolak rencana kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ) dan mendorong peningkatan belanja pemerintah untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi.
—
2. Shinjiro Koizumi (44 tahun)
Putra mantan perdana menteri dan penerus dinasti politik terkemuka ini muncul sebagai salah satu kandidat paling populer. Dengan usianya yang relatif muda, ia berpotensi menjadi perdana menteri termuda Jepang di era modern.
Tahun lalu, Koizumi mencalonkan diri dalam pemilihan ketua LDP dengan membawa misi reformis untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap partai. Meskipun kalah, ia tetap dipercaya masuk kabinet sebagai Menteri Pertanian, dengan fokus utama pada stabilisasi harga beras.
Sebelumnya, saat menjabat Menteri Lingkungan Hidup, Koizumi menentang keras keberlanjutan penggunaan reaktor nuklir dan gencar menyuarakan isu energi serta iklim. Namun, sikapnya terkait arah kebijakan ekonomi dan peran BOJ masih belum banyak terungkap.
—
3. Yoshimasa Hayashi (64 tahun)
Saat ini, Yoshimasa Hayashi menduduki jabatan Kepala Sekretaris Kabinet sekaligus juru bicara utama pemerintahan. Kariernya yang panjang membuatnya beberapa kali dipercaya memegang posisi strategis, mulai dari Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan, hingga Menteri Pertanian.
Hayashi juga dikenal sering ditunjuk sebagai pengganti sementara ketika perdana menteri mundur. Latar belakang akademis dan pengalaman internasionalnya menjadi nilai lebih. Ia fasih berbahasa Inggris, merupakan alumnus Harvard Kennedy School, dan pernah berkarier di perusahaan dagang besar, Mitsui & Co, sebelum masuk dunia politik.
Dalam isu moneter, Hayashi konsisten menyerukan agar independensi Bank of Japan tetap dihormati.
Pen. Red.











