Majalahsuaraforum.com – Gelombang penolakan internasional kembali muncul terkait kebijakan Israel di Tepi Barat. Lebih dari 20 negara, termasuk Inggris, Prancis, Jepang, Kanada, serta sejumlah negara Eropa lainnya, menandatangani pernyataan bersama yang mengecam keputusan Israel membangun 3.400 unit rumah baru di kawasan pendudukan.
Pernyataan bersama yang diumumkan melalui Kementerian Luar Negeri Inggris itu menyoroti pembangunan di wilayah Mevaseret Adumim (E1). Proyek tersebut akan menghubungkan Yerusalem dengan Maale Adumim, yang dinilai dapat merusak keutuhan wilayah Palestina dan semakin menghambat proses perdamaian.
“Keputusan Komite Perencanaan Tinggi Israel untuk menyetujui rencana pembangunan permukiman di kawasan E1 tidak dapat diterima dan merupakan pelanggaran hukum internasional. Kami mendesak pembatalan segera,” tulis dokumen tersebut, dikutip dari Antara.
Kecaman itu ditandatangani oleh menteri luar negeri dari 21 negara, antara lain Australia, Belgia, Kanada, Denmark, Islandia, Irlandia, Spanyol, Italia, Jepang, Latvia, Lituania, Luksemburg, Belanda, Norwegia, Portugal, Slovenia, Inggris, Finlandia, Prancis, Swedia, dan Estonia.
Tidak hanya negara-negara tersebut, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menyuarakan kritik tajam. Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, menegaskan bahwa lembaga internasional itu tetap menolak seluruh bentuk pembangunan permukiman di wilayah Palestina yang diduduki Israel. Ia menilai langkah ini semakin memperburuk ketegangan dan merusak peluang terciptanya solusi damai dua negara.
Menurut laporan penyiaran publik Israel, Kan, keputusan pembangunan diambil oleh sebuah komisi pemerintah yang bertugas mengawasi permukiman sipil di wilayah yang oleh Israel disebut Yudea dan Samaria, atau yang dikenal dunia sebagai Tepi Barat.
Pen. Red.











