Majalahsuaraforum.com – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 tercatat sebesar 5,12% menurut data Badan Pusat Statistik (BPS). Capaian ini didukung oleh sejumlah sektor utama, seperti industri pengolahan, transportasi dan pergudangan, serta informasi dan komunikasi.
Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/Hilirisasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Nurul Ichwan, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu faktor penting yang mendorong pertumbuhan ekonomi tersebut.
“Makan siang gratis yang nilainya luar biasa, itu masuk ke dalam pasar, dan faktanya itu memutar roda perekonomian, berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujar Nurul, Rabu (13/8/2025).
Ia menjelaskan bahwa MBG berhasil mengalihkan belanja negara yang sebelumnya terserap dalam berbagai kegiatan kementerian dan lembaga menjadi pengeluaran langsung di pasar untuk memberikan makanan bergizi kepada anak-anak. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan strategi Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi.
“Yang selama ini terjadi adalah korupsi dalam program-program di kementerian dan lembaga, yang menyebabkan pendanaan tertahan di kalangan koruptor. Itu yang dilakukan presiden, hajar semua koruptor, jangan dikasih program supaya enggak bisa korupsi. Uangnya kita pakai, masuk market, dan ekonomi tumbuh,” tegas Nurul.
BPS sendiri melaporkan bahwa sektor industri pengolahan memberikan kontribusi terbesar terhadap perekonomian, yakni 18,67%, dengan pertumbuhan 5,68% pada kuartal II 2025. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud, menyebut kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan permintaan dalam negeri dan ekspor.
Secara rinci, industri makanan dan minuman mencatat pertumbuhan sebesar 6,15%, terutama karena meningkatnya permintaan terhadap produk minyak mentah kelapa sawit, minyak goreng, dan makanan olahan. Industri logam dasar tumbuh 14,91% akibat lonjakan permintaan luar negeri, terutama pada produk besi dan baja. Sementara itu, industri kimia, farmasi, dan obat tradisional mengalami pertumbuhan 9,39%.
BKPM optimistis bahwa program-program yang mendorong perputaran uang langsung di tengah masyarakat, seperti MBG, akan terus menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional di masa mendatang.
Pen. Lan.










