Home / Kabar Berita / Menteri Pertahanan AS Unggah Video Kontroversial, Isinya Perempuan Tak Punya Hak Pilih

Menteri Pertahanan AS Unggah Video Kontroversial, Isinya Perempuan Tak Punya Hak Pilih

Majalahsuaraforum.com – Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, memicu gelombang kontroversi setelah mengunggah video di platform X (sebelumnya Twitter) yang menampilkan pandangan ekstrem dari sebuah gereja nasionalis Kristen. Video tersebut berisi pernyataan para pendeta bahwa perempuan seharusnya tidak memiliki hak untuk memilih, sebuah pandangan yang bertentangan dengan prinsip demokrasi modern.

Unggahan kontroversial ini diunggah pada Kamis malam dan dengan cepat menarik perhatian publik. Video yang diunggah Hegseth mengomentari sebuah laporan dari CNN mengenai Doug Wilson, salah satu pendiri Communion of Reformed Evangelical Churches (CREC). Laporan itu menampilkan seorang pendeta dari gereja Wilson yang secara terbuka menganjurkan pencabutan hak pilih perempuan dari Konstitusi AS. Pendeta lain juga berpendapat bahwa dalam dunia yang ideal, masyarakat akan memilih sebagai satu kesatuan rumah tangga, di mana kepala rumah tangga, yang diyakini adalah laki-laki, yang memiliki hak suara.

Hegseth, yang memang dikenal karena retorika Kristen ekstrem dan anti-Islamnya, menyertai unggahan video tersebut dengan sebuah komentar. Meskipun tidak ada kutipan langsung dari Hegseth yang diucapkan, ia menyertakan kalimat “All of Christ for All of Life”. Komentar ini memicu beragam reaksi. Unggahan itu dengan cepat mendapatkan ribuan suka dan dibagikan ulang, memicu perdebatan sengit di kalangan warganet mengenai peran agama dan perempuan dalam politik.

Terkait unggahan ini, seorang juru bicara Pentagon mengonfirmasi bahwa Hegseth memang merupakan anggota gereja yang berafiliasi dengan CREC dan sangat menghargai ajaran Doug Wilson. Hal ini menunjukkan hubungan pribadi dan mendalam antara Hegseth dan pandangan ekstrem dari para pendeta nasionalis Kristen.

Doug Pagitt, seorang pendeta dan direktur eksekutif dari Vote Common Good, menyuarakan keprihatinannya atas promosi pandangan semacam ini oleh seorang menteri pertahanan. “Ide-ide semacam itu hanya dianut oleh sekelompok kecil orang Kristen. Sangat meresahkan jika seorang menteri pertahanan mempromosikannya,” kata Pagitt.

Kontroversi ini bukanlah yang pertama bagi Hegseth. Pada bulan Mei, ia juga mengundang pendeta pribadinya ke Pentagon untuk memimpin ibadah doa Kristen pertama di gedung pemerintah selama jam kerja. Tindakan tersebut juga menimbulkan pertanyaan tentang pemisahan antara agama dan negara dalam pemerintahan AS.

 

Pen. Red. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh