Foto. Ist
majalahsuaraforum.com — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan klaim bahwa Iran pernah berusaha membunuh salah satu putranya. Namun, Netanyahu tidak menjelaskan secara rinci kapan dugaan upaya tersebut berlangsung, di lokasi mana kejadian itu terjadi, maupun siapa dari kedua putranya yang disebut menjadi target.
Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu dalam wawancara melalui sambungan telepon dengan media Israel, Channel 14, pada Senin (24/8/2026).
“Ini kasus yang luar biasa. Iran menargetkan salah satu putra saya. Iran mencoba membunuhnya, mencoba membunuh salah satu putra saya,” kata Netanyahu, Senin (24/8/2026) dalam wawancara melalui telepon dengan media Israel, Channel 14.
Netanyahu menyampaikan klaim tersebut ketika merespons laporan mengenai keputusan salah satu badan keamanan Israel yang disebut menolak memberikan pengawalan kepada Gadi Eisenkot. Eisenkot merupakan mantan kepala militer Israel sekaligus salah satu figur yang dipandang sebagai pesaing kuat Netanyahu dalam persaingan menuju jabatan perdana menteri pada pemilu mendatang.
Dikutip dari Al Jazeera, Netanyahu justru menyatakan dukungannya agar Eisenkot memperoleh perlindungan keamanan selama 24 jam. Menurutnya, pengamanan ketat tersebut diperlukan mengingat adanya ancaman dari Iran.
“Tanpa itu, Iran akan berhasil,” ujarnya.
Dua Putra Netanyahu Mendapat Perlindungan Menurut laporan The Jerusalem Post, Netanyahu memiliki tiga anak, yakni dua putra dan satu putri. Kedua putranya bersama istri masing-masing diketahui memperoleh perpanjangan perlindungan pribadi dari otoritas Israel pada Juli 2026.
Klaim mengenai dugaan upaya Iran terhadap salah satu putra Netanyahu muncul di tengah kondisi politik Israel yang sedang menghadapi dinamika menjelang pemilihan umum.
Koalisi pemerintahan Netanyahu dilaporkan mengalami penurunan dukungan dalam sejumlah jajak pendapat menjelang pemilu yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.
Perubahan dukungan tersebut terjadi setelah Israel terlibat dalam perang melawan Iran sebagai sekutu Amerika Serikat. Di tengah situasi politik dan keamanan yang masih memanas, isu mengenai ancaman terhadap keluarga pejabat tinggi Israel kembali menjadi perhatian publik.
Meski demikian, Netanyahu tidak memberikan informasi lebih lanjut mengenai dugaan upaya pembunuhan terhadap putranya tersebut, termasuk kronologi, lokasi, ataupun identitas anak yang disebut menjadi sasaran.
Red.










