Majalahsuaraforum.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa keputusan Indonesia membeli pesawat Boeing dari Amerika Serikat (AS) bukanlah hal yang luar biasa. Menurutnya, banyak negara lain juga melakukan hal serupa, bahkan dalam jumlah jauh lebih besar.
“Semua negara membeli Boeing, semua negara. Negara yang paling beli banyak itu dari Timur Tengah. Salah satu negara ada yang beli hampir US$ 200 miliar,” ujar Airlangga saat menjadi pembicara dalam acara Investor Daily Round Table (IDRT) di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Senin (28/7/2025).
Airlangga menjelaskan bahwa tawaran pembelian pesawat dari Boeing kerap menjadi bagian dari negosiasi dagang tarif resiprokal yang dilakukan AS. Selain pembelian pesawat, pilihan lainnya adalah melakukan investasi proyek, misalnya di wilayah Alaska.
Terkait pembelian 50 unit pesawat Boeing oleh Indonesia senilai US$ 3,2 miliar, Airlangga menyebut bahwa langkah ini diambil karena kebutuhan mendesak untuk memperkuat jaringan logistik dan konektivitas antar pulau di Indonesia.
“Indonesia akhirnya pilih untuk beli barang (Boeing) secara langsung karena kebutuhan,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pembelian ini merupakan bagian dari komitmen langsung Presiden Prabowo Subianto, di luar dokumen resmi yang disiapkan tim negosiasi.
“Tidak ada dalam dokumentasi yang disiapkan oleh tim, langsung dari Bapak Presiden untuk memberikan komitmen mengenai Garuda,” tambahnya.
Tak hanya Indonesia, Gedung Putih sebelumnya juga mengumumkan bahwa Jepang akan membeli 100 unit pesawat Boeing dalam kerangka perjanjian perdagangan bilateral. Bahkan, mantan Presiden AS Donald Trump juga menyepakati pembelian besar-besaran dengan negara-negara Timur Tengah, seperti Qatar, Arab Saudi, Bahrain, dan Uni Emirat Arab.
Sebagai contoh, pada 14 Mei 2025, Qatar menandatangani pembelian 160 unit pesawat jet Boeing senilai US$ 200 miliar untuk Qatar Airways. Penandatanganan dilakukan di Doha dan disaksikan langsung oleh Presiden Trump dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani.
Pen. Lan.











