Majalahsuaraforum.com – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan lapangan ke Provinsi Riau untuk meninjau langsung kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali mencuat dalam beberapa pekan terakhir.
Didampingi sejumlah pejabat tinggi Polri seperti Kabaintelkam Komjen Syahardiantono, Kabaharkam Komjen Fadhil Imran, dan Kabareskrim Komjen Wahyu Widada, Jenderal Sigit memulai inspeksi dari Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Rombongan kemudian melakukan patroli udara melintasi tiga titik panas di wilayah Rokan Hulu, yang menjadi salah satu kawasan terdampak paling parah.
Kedatangan Kapolri disambut langsung oleh Gubernur Riau Abdul Wahid bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, Danrem 031/WB Brigjen Sugiyono, serta Kalaksa BPBD Riau Edy Afrizal.
Usai patroli, Kapolri menerima paparan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan jajaran Polda Riau terkait strategi pemadaman dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.
> “Operasi modifikasi cuaca (OMC) telah dilakukan untuk mempercepat pemadaman, dan terbukti efektif menurunkan suhu titik api. Helikopter water bombing juga terus dikerahkan,” ungkap Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.
Langkah penanggulangan juga diperkuat dengan tambahan 400 personel darat dari TNI dan Polri, khususnya di daerah yang menjadi prioritas seperti Bengkalis, Rokan Hilir, Rokan Hulu, dan Dumai.
Sementara itu, upaya penegakan hukum terhadap pelaku karhutla juga tak luput dari perhatian. Selama Juli 2025, Polda Riau telah menetapkan 29 orang sebagai tersangka pembakaran hutan, dengan total lahan terbakar mencapai 213 hektare. Jika dihitung sejak Januari 2025, jumlah tersangka telah mencapai 44 orang.
Dengan kondisi ini, pemerintah pusat kembali menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla demi mencegah terulangnya krisis kabut asap yang berdampak lintas negara.
Pen. Hil.











