Majalahsuaraforum.com – Pemerintah Amerika Serikat kembali memperketat tekanan terhadap Iran dengan memberlakukan sanksi baru yang kali ini menargetkan sektor perdagangan minyak negara tersebut. Dalam pernyataan resmi pada Kamis (3/7), Departemen Keuangan AS mengumumkan bahwa sanksi tersebut menyasar jaringan internasional yang dituding terlibat dalam pengiriman dan pembelian minyak Iran senilai miliaran dolar AS.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyampaikan melalui platform X bahwa sejumlah entitas yang dijatuhi sanksi memiliki keterkaitan dengan Korps Garda Revolusi Iran, khususnya Pasukan Quds, serta lembaga keuangan Hizbullah. Ia menambahkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi lanjutan untuk melemahkan sumber pendapatan utama Iran.
“Iran punya banyak peluang untuk memilih jalur damai, namun para pemimpinnya justru memilih jalan radikal,” ujar Bessent. Ia menegaskan komitmen pemerintah AS untuk terus menekan ekonomi Iran melalui kebijakan sanksi yang agresif.
Salah satu tokoh yang menjadi target sanksi adalah Salim Ahmed Said, pengusaha berdarah Irak dan Inggris yang diduga mengoperasikan jaringan penyelundupan minyak. Jaringan tersebut diketahui mencampurkan minyak asal Iran dan Irak untuk menyamarkan asal-usulnya demi menghindari sanksi internasional.
Departemen Luar Negeri AS juga mengambil langkah serupa dengan menjatuhkan sanksi terhadap tujuh pejabat senior serta satu entitas yang terafiliasi dengan Al-Qard al-Hassan (AQAH), lembaga keuangan yang dikendalikan oleh Hizbullah. Mereka dituduh memfasilitasi transaksi jutaan dolar melalui rekening tersembunyi untuk menghindari pengawasan sanksi.
Selain itu, pemerintah AS juga meningkatkan insentif dengan menawarkan hadiah hingga 10 juta dolar bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi terkait aktivitas keuangan Hizbullah melalui program Rewards for Justice.
Langkah ini diambil setelah pecahnya konflik selama hampir dua pekan antara Iran dan Israel yang dimulai pertengahan Juni. Ketegangan tersebut melibatkan serangan udara dan rudal, serta pemboman terhadap fasilitas nuklir Iran oleh Amerika Serikat, sebelum akhirnya dicapai kesepakatan gencatan senjata pada 24 Juni lalu.
Pen. Red











