majalahsuaraforum.com – 18 Mei 2025 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin Bandung resmi memberdayakan puluhan warga binaannya dalam program Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), program ini menjadi bukti nyata bahwa pelaksanaan MBG membawa dampak positif dengan menciptakan multiplier effect di berbagai lapisan masyarakat, termasuk di lingkungan pemasyarakatan.
Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan, Adita Irawati, mengatakan bahwa keterlibatan warga binaan dalam dapur MBG adalah bentuk nyata pemberdayaan. “Warga binaan mendapatkan pelatihan khusus dan sertifikasi, sesuai standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional. Ini menunjukkan bahwa Program MBG membuka ruang kontribusi bagi semua elemen masyarakat,” ujar Adita, Minggu (18/5).
Selain memberikan keterampilan baru kepada warga binaan, program ini juga menggerakkan roda ekonomi di dalam lapas. Koperasi lapas turut diberdayakan sebagai vendor penyedia bahan baku makanan.
Sebanyak 48 warga binaan kini terlibat aktif dalam pengelolaan dapur MBG, melayani sekitar 3.450 penerima manfaat setiap harinya. Mereka bertugas mulai dari menerima bahan baku, mengecek kualitas, mengolah makanan, mengemas, hingga membersihkan peralatan makan.
Rijatono Lakka, salah satu warga binaan yang kini menjadi juru masak utama, mengaku bersyukur bisa kembali menyalurkan keahliannya dalam memasak. “Dulu saya punya usaha restoran. Sekarang saya bisa berkontribusi menyukseskan program Presiden Prabowo. Ini membuat saya merasa berguna dan punya harapan baru ketika nanti kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Firsa dan Dimas, warga binaan lainnya yang ikut dalam tim dapur. Firsa mengolah lauk protein, sementara Dimas memasak nasi dan karbohidrat lainnya. Mereka merasa bangga bisa belajar keterampilan baru dan merasa dihargai.
“Saya terharu saat kami menerima surat ucapan terima kasih dari siswa penerima manfaat. Saya berharap program ini bisa terus berjalan dan memberi peluang saat kami bebas nanti,” kata Dimas.
Program MBG di Lapas Sukamiskin mendapat respons positif dan diharapkan dapat menjadi contoh pemberdayaan serupa di lapas lain di seluruh Indonesia.(hil**)











