Suara forum – Kepolisian Polres Metro Depok (Polrestro) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, semakin ekstra dalam memeriksa kalayakan atau ramp check bus pariwisata.
Hingga 30 Mei, tercatat sudah ada 42 sekolah yang mengajukan study tour. Pengecekan dilakukan buntut dari kejadian kecelakaan maut rombongan sekolah asal Depok di Kabupaten Subang.
Kasatlantas Polres Metro Depok, Kompol Multazam Lisendra menejelaskan, ramp check sendiri ialah proses pemeriksaan kondisi fisik kendaraan, perlengkapan, administrasi kendaraan dan perizinan angkutan umum. Ini sesuai dengan ketentuan peraturan-undangan.
“Ini merupakan hal yang penting dalam melihat fisik kendaraan, seperti pengereman, sasis dan lainnya,” ujar Kompol Multazam Lisendra
Kompol Multazam Lisendra mengakui, pada pergantian tahun ajaran baru 2024/2025 banyak sekolah yang mengadakan study tour keluar kota atau melaksanakan perpisahan sekolah.
Pada teknis pemeriksaanya, ujar Kompol Multazam Lisendra, Satlantas Polres Metro Depok bersama Dishub Kota Depok melakukan pengecekan pada hari H keberangkatan bus tersebut. Agar nantinya tidak ada pergantian bus yang masih aktif.
“Jadi semua sudah terjadwal, bagi sekolah yang akan berangkat, sebelumnya akan kami periksa dulu di lokasi,” kata dia.
Hingga saat ini, kata Kompol Multazam Lisendra, Satlantas dan Dishub Kota Depok sudah melakukan pemeriksaan sebanyak sembilan sekolah dan hasilnya semua bus layak jalan.
“Hingga Minggu (19/1), kami sudah memeriksa bus sembilan. Yakni, SMKN 21, SMK Tirtajaya, Pospaud Ceria 4, SMP Tirtajaya, SMPN 32, dan bus yang membawa romongan haji, SMKN 2, SMP Muhamadiyah 2 dan MI Alhidayah Kota Depok,” ujar dia.
Kompol Multazam Lisendra mengatakan, inspeksi atau ramp check ini dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu akibat lintas kerusakan kendaraan.
“Target kami saat ini adalah kendaraan bus pariwisata dari berbagai sekolah yang akan berpergian. Tujuannya adalah memastikan bahwa bus dalam kondisi prima dan siap digunakan,” kata Kompol Multazam Lisendra.
Dalam hal ini, kata Kompol Multazam Lisendra, Polres Metro Depok “Target kami saat ini adalah kendaraan bus pariwisata dari berbagai sekolah yang akan berpergian. Tujuannya adalah memastikan bahwa bus dalam kondisi prima dan siap digunakan,” kata Kompol Multazam Lisendra.
Dalam hal ini, kata Kompol Multazam Lisendra, Polres Metro Depok membantu Dishub Kota Depok dalam operasi itu, dengan melakukan pemeriksaan kondisi rem dan ban.
“Kemudian lampu dan sebagainya untuk memastikan semuanya berfungsi normal dan juga memeriksa identitas dokumen kelayakan pengemudi dan bus,” ujar dia.
Kompol Multazam Lisendra mengimbau, seluruh pengusaha bus untuk selalu memperhatikan kondisi kelayakan armadanya sesuai dengan peraturan lalu lintas.
Salah satunya tidak boleh menggunakan klakson yang tidak sesuai pabrikan atau yang dikenal dengan “telolet”.
Setelah kami melakukan pengecekan segala kelayakan, dinyatakan bus tersebut telah layak jalan, pastinya kami langsung memberikan izin,” ucap dia.
Selain itu, ujar Kompol Multazam Lisendra, para pengemudi bus juga harus tetap mematuhi tata tertib lalulintas
Sementara itu, Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dishub Kota Depok, Hindra Gunawan menjelaskan, Dishub kebanjiran permintaan ramp check dari sekolah yang ingin melaksanakan study tour.
Sementara itu, Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dishub Kota Depok, Hindra Gunawan menjelaskan, Dishub kebanjiran permintaan ramp check dari sekolah yang ingin melaksanakan study tour.
Keberang katanya hanya berselang beberapa hari, jadi kami harus ekstra lebih keras dalam melakukan kegiatan ini,” ucap dia.
Menurut dia, beberapa sekolah tersebut seperti SMKN 3 Depok, SMK Karya Muda dan SMK YAPPA dan beberapa sekolah lainnya menghubungi Dishub Kota
Kami melakukan pemeriksaan kelayakan atau kelengkapan peralatan bus dan administrasi yang dimiliki,” kata Hindra Gunawan.
Hindra Gunawan mengatakan, dari beberapa sekolah yang telah dilakukan pemeriksaaan kelayakan bus. Ada, satu sekolah yang diminta mengganti armada bus, karena ketidaklayakan administrasi.red/hd.








