majalahsuaraforum.com – Penyanyi dangdut King Nassar mempersiapkan penampilan istimewa untuk konser tunggal perdananya bertajuk King Nassar: Lost in The Jungle. Konser tersebut dijadwalkan berlangsung pada 7 November 2026 di Istora Senayan, Jakarta.
Demi memberikan pengalaman hiburan yang berbeda kepada para penggemarnya, Nassar telah menyiapkan sekitar 30 kostum khusus untuk menunjang penampilannya sepanjang konser. Jumlah tersebut disesuaikan dengan rencana membawakan sekitar 30 lagu dalam pertunjukan tersebut.
Nassar mengatakan, persiapan busana telah dibicarakan sejak awal proses perencanaan konser. Ia menginginkan setiap lagu memiliki tampilan berbeda agar penampilannya semakin menarik dan sesuai dengan karakter musik yang dibawakan.
“Kostum yang disiapkan itu, obrolan pertama, maunya, sudah siap sebenarnya, tapi kita harus menghitung durasi dan menghitung keadaan situasional nanti pada saat show. 30 lagu, 30 looks harusnya,” ujar Nassar saat jumpa pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, dikutip Jumat (6/11/2026).
Meskipun sejumlah lagu kemungkinan akan dikemas dalam bentuk mashup maupun medley, Nassar tetap mempersiapkan 30 konsep penampilan berbeda. Menurutnya, setiap looks tidak selalu berupa pergantian pakaian, tetapi juga dapat didukung berbagai atribut yang memperkuat penampilan di atas panggung.
“Walaupun ada (lagu) yang di-mashup atau yang di-medley, ada 30 looks. Nah, 30 looks itu disiapkan saja baju-bajunya. Looks itu kan macam-macam bentuk looks ya. Nah, jadi bisa dengan apa pun. Kita menyiapkan segala atribut, segala baju, segala apa pun,” tuturnya.
Untuk merealisasikan konsep tersebut, Nassar melibatkan dua desainer, yakni Ivan Gunawan serta Olive and Hers. Keduanya akan bekerja sama dengan membawa ciri khas desain masing-masing untuk menghasilkan busana yang sesuai dengan kebutuhan pertunjukan.
“Ada dua desainer, ada Olive and Hers, dan juga Ivan Gunawan. Jadi mereka berkolaborasi dengan karakter mereka masing-masing dan sesuai dengan kemauan lagu,” ungkapnya.
Persiapan Matang Demi Pertunjukan Spektakuler
Meski seluruh kebutuhan kostum telah dipersiapkan, Nassar mengakui bahwa tidak semua rancangan dipastikan akan digunakan saat konser berlangsung. Hal tersebut bergantung pada kondisi teknis, durasi pertunjukan, serta situasi ketika berada di atas panggung.
Ia menyebutkan, pelaksanaan konser secara langsung terkadang menghadirkan kendala yang berbeda dibandingkan saat latihan. Karena itu, penyesuaian tetap diperlukan agar keseluruhan pertunjukan berjalan sesuai dengan rencana.
“Cuma nanti kan situasional. Mana yang kepakai, karena gini, latihan begini, *live-*nya, show-nya itu kan kadang-kadang, ih, enggak muat nih! Enggak cukup nih! Harus ini, durasi apa!’ Wah, jadi ada yang enggak kepakai atau apa. Tapi disiapkan. Aku lebih ke well-prepared aja,” jelasnya.
Di luar persiapan busana, Nassar juga menjanjikan konsep pertunjukan yang dipenuhi kejutan. Ia ingin menghadirkan konser dengan rangkaian penampilan yang padat, meriah, dan mampu menjaga antusiasme penonton dari awal hingga akhir acara.
Penyanyi tersebut bahkan memberikan gambaran bahwa penonton tidak akan memiliki banyak waktu untuk beristirahat karena berbagai sajian hiburan telah disiapkan sepanjang konser.
“Pokoknya nanti pasti gini aja. Aku tidak akan membiarkan penonton yang nonton untuk bernapas,” papar Nassar.
Melalui konser King Nassar: Lost in The Jungle, ia berharap dapat memberikan pengalaman panggung yang berkesan bagi para penggemarnya. Persiapan puluhan kostum, kolaborasi dengan desainer, serta konsep pertunjukan yang penuh kejutan menjadi bagian dari upayanya menghadirkan konser tunggal perdana yang spektakuler.
farhan.









