Home / Hiburan / Habiskan Rp 7 Triliun, Ramayana Jadi Film Termahal Sepanjang Sejarah Perfilman India

Habiskan Rp 7 Triliun, Ramayana Jadi Film Termahal Sepanjang Sejarah Perfilman India

majalahsuaraforum.com – Industri perfilman India mencatat sejarah baru melalui produksi film epik mitologi Ramayana: Rise of a Legend. Film yang dibintangi aktor Bollywood Ranbir Kapoor tersebut menelan anggaran produksi mencapai US$ 420 juta atau setara sekitar Rp 7 triliun, menjadikannya proyek film termahal dalam sejarah perfilman India.

Film garapan sutradara Nitesh Tiwari itu dijadwalkan mulai tayang di bioskop India pada Kamis (5/11/2026), bertepatan dengan momentum menjelang perayaan Diwali.

Produksi film ini mengangkat kembali kisah Ramayana, salah satu epos paling dihormati dalam tradisi agama Hindu. Cerita tersebut telah menjadi bagian penting dari perkembangan kebudayaan, identitas masyarakat, hingga dinamika politik India selama berabad-abad.

Anggaran produksi yang mencapai US$ 420 juta menjadikan film tersebut sebagai bagian pertama dari proyek dua film yang direncanakan. Besarnya biaya produksi itu juga dilaporkan oleh media Amerika Serikat, San Francisco Chronicle.

Sebelum penayangan di India, Ramayana telah menggelar pemutaran perdana di Los Angeles pada 27 Oktober 2026. Media India juga melaporkan bahwa film tersebut telah dialihbahasakan ke hampir 40 bahasa agar dapat menjangkau penonton dari berbagai negara.

Sutradara Nitesh Tiwari mengungkapkan bahwa produksi film ini turut memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Teknologi tersebut digunakan untuk menyelaraskan gerakan bibir para karakter dengan dialog yang telah diterjemahkan ke berbagai bahasa.

Mengangkat Kisah Klasik Rama dan Rahwana

Ramayana merupakan karya sastra kuno berbahasa Sanskerta yang secara tradisional dikaitkan dengan pujangga Valmiki.

Kisahnya menceritakan perjalanan Pangeran Rama yang harus menjalani pengasingan selama 14 tahun. Dalam perjalanan tersebut, Rama berusaha menyelamatkan istrinya, Sita, yang diculik Rahwana, penguasa Kerajaan Alengka.

Dalam perjuangannya menghadapi Rahwana, Rama mendapat bantuan dari saudaranya, Laksmana, serta Hanoman yang turut berperan penting dalam upaya penyelamatan Sita.

Bagi umat Hindu, Rama dihormati sebagai salah satu awatara Dewa Wisnu. Kisah Ramayana kemudian diwariskan dari generasi ke generasi melalui berbagai bahasa, tradisi, pertunjukan seni, dan karya sastra di kawasan Asia Selatan hingga Asia Tenggara.

Selain memiliki nilai keagamaan dan kebudayaan, kisah Ramayana juga mempunyai hubungan erat dengan perkembangan politik India modern.

Salah satu keterkaitannya terlihat dalam gerakan nasionalisme Hindu yang memperjuangkan pembangunan kuil di Ayodhya, Uttar Pradesh. Wilayah tersebut diyakini oleh umat Hindu sebagai tempat kelahiran Rama.

Perselisihan terjadi karena sebelumnya berdiri Masjid Babri yang dibangun pada abad ke-16 di lokasi tersebut.

Pada 1992, massa Hindu menghancurkan masjid tersebut dan memicu kerusuhan keagamaan di sejumlah wilayah India. Peristiwa itu mengakibatkan sekitar 2.000 orang meninggal dunia, dengan mayoritas korban berasal dari kalangan umat Islam.

Mahkamah Agung India kemudian memutuskan pada 2019 bahwa lahan sengketa tersebut dapat digunakan untuk pembangunan kuil Hindu. Kuil megah di Ayodhya itu selanjutnya diresmikan oleh Perdana Menteri Narendra Modi pada 2024.

Sejumlah akademisi juga menilai bahwa serial televisi Ramayana yang populer pada akhir 1980-an turut memberikan pengaruh terhadap perkembangan gerakan nasionalisme Hindu di India.

Ramayana Memiliki Pengaruh Kuat dalam Budaya Indonesia

Pengaruh kisah Ramayana tidak hanya berkembang di India, tetapi juga menyebar ke berbagai negara Asia, termasuk Indonesia.

Di Tanah Air, cerita mengenai Rama, Sita, dan Rahwana telah menjadi bagian dari warisan kebudayaan yang berkembang melalui pertunjukan wayang, tari, serta teater tradisional.

Ramayana juga memiliki beragam versi yang disesuaikan dengan tradisi dan kebudayaan masyarakat Jawa, Bali, Thailand, hingga Kamboja.

Di India sendiri, kisah tersebut berkaitan erat dengan sejumlah perayaan keagamaan, seperti Dussehra dan Diwali.

Perayaan Dussehra menjadi simbol kemenangan Rama atas Rahwana, sedangkan Diwali secara luas dikaitkan dengan kepulangan Rama ke Ayodhya setelah menyelesaikan masa pengasingannya.

Kehadiran film Ramayana: Rise of a Legend dengan anggaran produksi fantastis tersebut kembali menunjukkan besarnya pengaruh kisah klasik dalam perkembangan industri hiburan modern.

Melalui produksi berskala besar, kisah yang telah diwariskan selama berabad-abad itu kini kembali diangkat ke layar lebar dengan dukungan teknologi perfilman dan kecerdasan buatan.

 

farhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *