Home / Ekonomi / Belanja Pemerintah Tumbuh 8,95 Persen, Gaji ASN dan Program MBG Jadi Pendorong

Belanja Pemerintah Tumbuh 8,95 Persen, Gaji ASN dan Program MBG Jadi Pendorong

majalahsuaraforum.com – Pengeluaran pemerintah mencatat pertumbuhan sebesar 8,95% pada kuartal III 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), capaian tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan komponen pengeluaran lainnya dalam perhitungan produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud menyampaikan, peningkatan konsumsi pemerintah terutama dipengaruhi oleh kenaikan belanja pegawai serta pengeluaran untuk barang dan jasa.

“Komponen konsumsi pemerintah tumbuh sebesar 8,95% utamanya didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai dan belanja barang dan jasa,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Edy menerangkan, bertambahnya belanja pegawai salah satunya berasal dari pembayaran gaji dan tunjangan aparatur sipil negara (ASN). Adapun peningkatan belanja barang dan jasa turut dipengaruhi oleh pelaksanaan berbagai program pemerintah, termasuk program makan bergizi gratis (MBG).

Program MBG memberikan tambahan dorongan terhadap konsumsi pemerintah melalui pengadaan barang yang kemudian disalurkan langsung kepada masyarakat. Pengeluaran tersebut tercatat sebagai bagian dari konsumsi pemerintah dalam penghitungan pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan catatan BPS, konsumsi pemerintah menyumbang 0,62 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,47% pada kuartal III 2026.

Walaupun mencatat pertumbuhan paling tinggi, sumbangan konsumsi pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi masih berada di bawah konsumsi rumah tangga dan investasi.

Konsumsi rumah tangga menjadi komponen dengan kontribusi terbesar, yakni 2,62 poin persentase. Sementara itu, investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) memberikan kontribusi sebesar 1,91 poin persentase.

Selain meningkatkan pengeluaran untuk konsumsi, pemerintah juga mencatat kenaikan belanja yang dialokasikan untuk investasi. BPS melaporkan realisasi belanja modal pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tumbuh 20,15% secara tahunan.

Belanja modal memiliki perbedaan dengan konsumsi pemerintah yang mencakup pembayaran pegawai serta pengadaan barang dan jasa. Belanja modal dialokasikan untuk membiayai pembangunan maupun pengadaan aset, seperti gedung dan infrastruktur.

Pengeluaran untuk belanja modal tersebut selanjutnya diperhitungkan dalam komponen investasi atau PMTB pada penghitungan pertumbuhan ekonomi.

 

lan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *