Home / TNI/Polri / Polres Blora Petakan Titik Rawan Kecelakaan, Operasi Patuh Candi 2026 Digelar

Polres Blora Petakan Titik Rawan Kecelakaan, Operasi Patuh Candi 2026 Digelar

majalahsuaraforum.com – Kepolisian Resor (Polres) Blora kembali memperkuat upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas menyusul meningkatnya jumlah insiden di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Hingga Oktober 2026, tercatat 566 kejadian kecelakaan, lebih tinggi dibandingkan total 537 kejadian sepanjang 2025.

Untuk mengantisipasi risiko kecelakaan, kepolisian melakukan pemetaan ulang terhadap lokasi yang masuk kategori rawan atau black spot. Berdasarkan aplikasi Integrated Road Safety Management System (IRSMS), titik yang teridentifikasi saat ini berada di kawasan Kidangan dan depan PT Pentawira, pada jalur nasional Blora-Cepu.

Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Blora, IPDA Bayu Destya, menyampaikan bahwa lokasi rawan kecelakaan mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kalau dibanding tahun lalu turun,” kata Bayu di Blora, Selasa, 27 Oktober 2026.

Pada 2025, terdapat empat lokasi yang masuk dalam pemetaan titik rawan kecelakaan. Keempatnya meliputi kawasan sekitar SPBU Medang di jalur nasional Rembang-Blora, ruas Blora-Cepu di Kecamatan Jepon dari sekitar Pengadilan Agama hingga batas kota, area dekat SMP Negeri 1 Sambong, serta sekitar SPBU Tambakromo di jalur provinsi Cepu-Doplang.

Meski jumlah titik rawan mengalami penurunan, jumlah kecelakaan secara keseluruhan justru terus bertambah. Data kepolisian mencatat 520 kejadian pada 2024, kemudian meningkat menjadi 537 kejadian pada 2025. Sementara itu, sepanjang Januari hingga Oktober 2026, jumlahnya telah mencapai 566 kejadian.

Berdasarkan pembagian semester, pada 2024 tercatat 240 kejadian kecelakaan pada semester pertama dan 280 kejadian pada semester kedua. Adapun pada 2025, terdapat 225 kejadian pada semester pertama dan 312 kejadian pada semester kedua.

Peningkatan tersebut menjadi salah satu perhatian kepolisian dalam memperkuat pengawasan, penegakan hukum, serta edukasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat.

Operasi Patuh Candi 2026 Berlangsung 14 Hari

Selain memetakan lokasi rawan kecelakaan, Polres Blora turut melaksanakan Operasi Patuh Candi 2026. Operasi tersebut berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, di seluruh wilayah hukum Polda Jawa Tengah.

Pelaksanaan operasi diawali dengan apel gelar pasukan di halaman Markas Polres Blora pada Senin (26/10/2026). Apel dipimpin Kapolres Blora AKBP Inggal Widya Perdana dan diikuti personel TNI-Polri, Subdenpom V/3-1, Satpol PP, serta sejumlah instansi terkait.

Dalam amanat Kapolda Jawa Tengah yang dibacakan oleh Kapolres Blora, disampaikan bahwa jumlah kecelakaan lalu lintas di Jawa Tengah mengalami kenaikan sebesar 28 persen selama periode Januari hingga September 2026.

Data Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah mencatat sebanyak 6.935 kejadian kecelakaan pada periode tersebut dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan menjadi salah satu sasaran dalam operasi ini. Di sisi lain, kepolisian juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah insiden di jalan raya.

Kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta sikap berkendara yang tertib menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko kecelakaan.

Melalui pemetaan ulang lokasi rawan dan pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026, Polres Blora diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pencegahan kecelakaan. Langkah tersebut diharapkan mampu menjangkau berbagai faktor penyebab kecelakaan, baik yang berkaitan dengan kondisi jalan maupun perilaku pengguna jalan.

 

hil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *