Home / Nasional / Pemkab Pidie Jaya Ajukan Pembangunan 3.069 Rumah untuk Korban Banjir

Pemkab Pidie Jaya Ajukan Pembangunan 3.069 Rumah untuk Korban Banjir

majalahsuaraforum.com – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, mengajukan pembangunan kembali 3.069 rumah warga yang mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang kepada pemerintah pusat.

Rumah-rumah tersebut rusak akibat bencana yang melanda wilayah Pidie Jaya pada akhir November 2025. Bangunan yang terdampak tersebar di sejumlah desa atau gampong di kabupaten tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Jaya, Okta Handipa, mengatakan pemerintah daerah telah mengusulkan pembangunan ribuan rumah yang mengalami kerusakan berat.

“Pemkab Pidie Jaya mengusulkan pembangunan rumah korban bencana yang rusak berat sebanyak 3.069 unit yang tersebar di sejumlah desa atau gampong di Kabupaten Pidie Jaya,” katanya.

Dari total rumah yang diajukan, sebanyak 2.330 unit direncanakan dibangun kembali di lokasi rumah sebelumnya atau secara insitu. Sementara 739 unit lainnya akan dibangun secara terpusat dengan konsep komunal.

Usulan pembangunan rumah rusak berat paling banyak terdapat di Gampong Pohroh, Gampong Rungkom, dan Gampong Blang Awe. Ketiga wilayah tersebut berada di Kecamatan Meureudu.

Selain itu, pembangunan kembali juga diusulkan untuk rumah warga di Gampong Seunong dan Gampong Lancok, Kecamatan Meurah Dua.

Hingga saat ini, pembangunan rumah yang mengalami kerusakan berat baru mencapai lima unit. Dari jumlah tersebut, satu unit dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sedangkan empat unit lainnya dibangun Kadin.

“Sedangkan rumah rusak berat selesai dibangun hingga saat ini mencapai lima unit, satu unit dibangun BNPB dan empat unit dibangun Kadin,” kata Okta.

Pemulihan Hunian Jadi Prioritas

Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi sebelumnya mengatakan pemulihan tempat tinggal warga terdampak menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Hal itu dilakukan untuk memastikan ribuan korban bencana memiliki tempat tinggal setelah bencana hidrometeorologi melanda wilayah tersebut.

Menurut Sibral, penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan kembali rumah warga. Pemerintah daerah juga perlu memulihkan berbagai kebutuhan dasar serta membantu masyarakat kembali memperoleh sumber penghasilan.

“Tidak hanya pembangunan hunian, pemulihan pascabencana juga meliputi layanan dasar serta sumber mata pencarian korban bencana. Pemkab Pidie Jaya terus mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” kata Sibral.

Pemkab Pidie Jaya terus melakukan proses rehabilitasi dan rekonstruksi sebagai bagian dari upaya pemulihan wilayah yang terdampak banjir bandang. Pembangunan kembali ribuan rumah menjadi salah satu bagian penting dalam proses pemulihan masyarakat yang kehilangan atau mengalami kerusakan tempat tinggal akibat bencana tersebut.

 

dw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh