majalahsuaraforum.com – Jennifer Hubner, influencer sekaligus istri pesepak bola Timnas Indonesia Justin Hubner, menjadi sorotan sejumlah netizen Malaysia setelah komentarnya terkait penampilan Timnas Malaysia di media sosial.
Persoalan tersebut bermula dari komentar Jennifer pada sebuah video TikTok yang membahas kegagalan pemain Malaysia memanfaatkan peluang ketika berada di depan gawang.
Dalam komentarnya, Jennifer menyoroti arah tendangan pemain Malaysia yang menurutnya tidak menuju sasaran meskipun sudah berada dekat dengan gawang.
“Ciah orang udah di depan gawang pun tendangannya entah ke langit mana,” tulis Jennifer.
Komentar tersebut kemudian ramai diperbincangkan setelah Timnas Malaysia dipastikan kalah dan tidak berhasil melaju ke partai final FIFA ASEAN Cup 2026.
Sejumlah netizen Malaysia kemudian memberikan kritik terhadap Jennifer. Salah satu kritikan disampaikan melalui platform Threads. Pengguna tersebut mempertanyakan alasan Jennifer ikut memberikan komentar mengenai permainan Timnas Malaysia dan membandingkannya dengan istri pesepak bola lainnya.
“Minah ni apa masalah dia? Player lain punya wife pun tak over macam kau nyah, terpaling ada suami bola ke apa? Elokla kawin laki bini, sama-sama benak,” tulis akun tersebut.
Perdebatan yang awalnya membahas permainan Timnas Malaysia kemudian berkembang menjadi pembahasan mengenai kehidupan pribadi Jennifer. Sejumlah netizen turut menyinggung statusnya sebagai istri Justin Hubner serta masa lalu Jennifer yang sebelumnya pernah menikah dan memiliki anak.
“Serabutnya dia ni, wife footballer lain pun tak macam dia ni,” tulis akun tersebut.
Anak Jennifer Ikut Disinggung
Persoalan tersebut juga menyeret putri Jennifer, Kamari. Salah satu pengguna media sosial meminta agar kritik yang muncul tidak sampai melibatkan anak kecil maupun mengungkit masa lalu Jennifer.
Pengguna tersebut menyampaikan bahwa dirinya sebelumnya menyukai konten Jennifer Coppen bersama keluarganya, tetapi mempertanyakan bagaimana persoalan tersebut bisa berkembang hingga melibatkan pemain sepak bola dari Malaysia.
“Takk sekarang nii aku tak faham actually aku suka tengok life, content-content Jennifer Coppen and her family ni, budaya-budaya yang she tonjolkan masa die orang kahwin sumpah i suka. Tetapi macam mana boleh jadi sampai macam ini? Sampai melibatkan pemain-pemain negara kami? Please lah sis, be matured and be professional while you being a public figure. For you guys yang Malaysian pun, sejauh mana kesalahan, jangan libatkan dosa silam dia dan yang paling penting anak kecik dia, jangan sesekali jangan,” tulis akun @Mi***fieqa_01.
Komentar lain juga menuduh Jennifer seolah-olah menempatkan dirinya sebagai korban perundungan di media sosial.
“Guys. She is playing victim again!” tulis pengguna tersebut.
Jennifer Tegaskan Tidak Peduli Hujatan
Jennifer kemudian memberikan tanggapan melalui akun Threads miliknya. Ia mengatakan tidak mempermasalahkan berbagai hujatan maupun perkataan negatif yang diarahkan kepadanya.
Namun, Jennifer menegaskan dirinya tidak menerima apabila serangan tersebut ditujukan kepada Kamari. Sebagai seorang ibu, ia menyatakan tidak akan tinggal diam ketika anaknya yang masih kecil ikut menjadi sasaran.
“Aku mau kalian hujat katain kaya gimanapun percayalah enggak masuk di telinga dan hati jadi silakan saja, tetapi jika kamu benci pada seorang anak kecil dan anak yang tidak bersalah, kamu adalah manusia paling menjijikkan yang pernah ada dan kamu pantas masuk neraka dan kamu tahu aku tidak akan memaafkanmu semoga kamu siap pertanggung jawabkan itu di akhirat nanti, dan tidak, aku tidak playing victim tetapi hanya berbicara fakta kamu bisa terus membenciku hanya tahu bahwa aku tidak peduli, ”tulis Jennifer dalam bahasa Inggris.
Perseteruan di media sosial tersebut bermula dari komentar Jennifer mengenai permainan Timnas Malaysia. Namun, pembahasan kemudian melebar hingga menyentuh kehidupan pribadi Jennifer dan keluarganya, termasuk putrinya, Kamari.
Jennifer sendiri menyatakan bahwa dirinya tidak mempersoalkan hujatan yang ditujukan kepadanya. Ia menegaskan keberatannya terutama ketika komentar negatif tersebut turut menyerang anak yang dinilainya tidak memiliki kaitan dengan persoalan yang terjadi.
farhan.










