majalahsuaraforum.com-Kreativitas dan keterampilan terus dikembangkan di Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan. Kali ini, warga binaan memanfaatkan daun kelapa yang sebelumnya dianggap sebagai limbah menjadi produk sederhana namun memiliki nilai guna, yakni sapu lidi.
Di bawah pendampingan petugas pembinaan, warga binaan mengolah daun kelapa dengan memilah dan mengambil bagian lidi yang kemudian dibersihkan, dikeringkan, serta dirangkai menjadi sapu lidi. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang mengajarkan keterampilan praktis sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pemanfaatan bahan yang tersedia di lingkungan Lapas.
Pemanfaatan daun kelapa tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan bahan bukan menjadi penghalang untuk berkarya. Dengan ketekunan dan kreativitas, bahan sederhana yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat diubah menjadi barang yang bermanfaat untuk kebutuhan kebersihan lingkungan Lapas.
Kalapas Pemuda Plantungan, Suharno, menekankan bahwa setiap kegiatan pembinaan harus memberikan pengalaman dan keterampilan yang dapat menjadi bekal positif bagi warga binaan.
“Yang terpenting bukan hanya menghasilkan sebuah produk, tetapi bagaimana warga binaan memiliki kemauan untuk belajar, bekerja, dan memanfaatkan potensi yang ada di sekitarnya. Dari hal sederhana seperti daun kelapa, kita bisa belajar tentang kreativitas, kemandirian, dan nilai manfaat,” ujar Suharno.
Selain mendukung kebersihan lingkungan, pembuatan sapu lidi juga menjadi sarana untuk membangun sikap disiplin, ketekunan, kerja sama, serta rasa tanggung jawab warga binaan. Kegiatan tersebut diharapkan terus berkembang menjadi pembinaan produktif yang memberikan manfaat nyata.
Lapas Pemuda Plantungan berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai kegiatan pembinaan yang berorientasi pada keterampilan dan kemandirian, sehingga warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan bekal positif untuk kembali ke tengah masyarakat.(hil)











