Home / Hukum - Kriminal / Dua Warga Binaan Peternak Ayam Bebas, Bawa Premi dan Bekal Skill Usaha Mandiri di Kehidupan Masyarakat

Dua Warga Binaan Peternak Ayam Bebas, Bawa Premi dan Bekal Skill Usaha Mandiri di Kehidupan Masyarakat

majalahsuaraforum.com-Dua orang tamping yang terlibat dalam kegiatan peternakan ayam di Lapas Terbuka Kelas IIB Nusakambangan mendapatkan premi setelah menyelesaikan masa pidananya dan kembali ke masyarakat. Premi tersebut diharapkan menjadi bekal awal untuk merintis usaha secara mandiri. Jumat, (2/10).

Selama menjalani pembinaan, keduanya aktif membantu kegiatan di Pokja Ayam, mulai dari pemberian pakan, perawatan ayam, hingga menjaga kebersihan kandang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang memberikan pengalaman dan keterampilan kerja bagi warga binaan.

Ketua Pokja Ayam Lapas Terbuka Nusakambangan, Riski Febrianto, menyampaikan bahwa keterlibatan warga binaan dalam kegiatan peternakan diharapkan memberikan pengalaman yang dapat dimanfaatkan setelah bebas.

“Kami berharap keterampilan dan pengalaman yang diperoleh selama menjadi tamping ayam dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat. Premi yang diterima juga dapat dimanfaatkan sebagai modal awal untuk memulai usaha,” ujar Riski

Salah satu warga binaan yang bebas, Yanto, mengaku bersyukur telah mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan di Pokja Ayam selama menjalani pembinaan.

“Saya berterima kasih kepada Lapas Terbuka karena selama di sini saya diberi kesempatan untuk belajar dan ikut bekerja di Pokja Ayam. Premi ini akan saya jadikan bekal untuk usaha setelah bebas. Mudah-mudahan apa yang saya pelajari selama di sini bisa saya gunakan dan bermanfaat untuk kehidupan saya ke depannya,” ujar Yanto.

Sementara itu, Kepala Lapas Terbuka Nusakambangan, Agung Nurbani, mengatakan bahwa kegiatan pembinaan kemandirian merupakan bagian dari upaya mempersiapkan warga binaan agar mampu menjalani kehidupan secara produktif setelah bebas.

“Harapan kami, setelah bebas mereka tidak hanya membawa premi, tetapi juga membawa keterampilan, pengalaman, dan semangat untuk memulai kehidupan yang lebih baik. Bekal tersebut dapat dikembangkan menjadi usaha yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun keluarga,” ungkap Agung.

Pemberian premi menjadi salah satu bentuk penghargaan atas keterlibatan warga binaan dalam kegiatan produktif selama menjalani pembinaan. Lapas Terbuka Nusakambangan terus mendorong kegiatan pembinaan kemandirian agar warga binaan memiliki bekal yang dapat dimanfaatkan saat kembali ke tengah masyarakat.(hil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh