Home / Hukum - Kriminal / Bukan Sekadar Ukur Risiko, Asesmen ISPN Lapas Plantungan Jadi Ajang Gali Bakat Narapidana Baru

Bukan Sekadar Ukur Risiko, Asesmen ISPN Lapas Plantungan Jadi Ajang Gali Bakat Narapidana Baru

majalahsuaraforum.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIB Plantungan kembali melaksanakan kegiatan Asesmen Instrumen Skrining Penilaian Risiko (ISPN) bagi para narapidana baru. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen Lapas Pemuda Plantungan dalam mengoptimalkan proses rehabilitasi dan pembinaan terhadap para warga binaan secara terukur dan sistematis, Rabu (30/09).

Kegiatan ini dilaksanakan langsung oleh jajaran Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Binadik dan Giatja) yang dipimpin langsung oleh Kepala Seksi (Kasi) Binadik dan Giatja, Bastar. Dalam pelaksanaannya, tim Binadik dan Giatja juga berkolaborasi dengan para peserta program Maganghub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang Hukum dan Psikologi. Kolaborasi ini dihadirkan untuk memberikan pendekatan yang lebih komprehensif, objektif, dan profesional selama proses wawancara maupun observasi.

Pelaksanaan asesmen ISPN memiliki peran krusial dalam menentukan arah pembinaan selama narapidana menjalani masa pidana. Melalui instrumen ini, petugas bersama tim asesmen dapat mengidentifikasi dan mengklasifikasikan tingkat risiko serta kebutuhan masing-masing narapidana baru. Data yang diperoleh dari asesmen selanjutnya menjadi acuan utama dalam menyusun program pembinaan kepribadian maupun kemandirian yang tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi individu narapidana.

Selain untuk memetakan tingkat risiko, kegiatan asesmen ini juga dimanfaatkan untuk menggali secara mendalam potensi, bakat, serta minat yang dimiliki oleh para narapidana baru. Penelusuran bakat ini penting agar Lapas Pemuda Plantungan dapat menyalurkan mereka ke dalam berbagai program kegiatan keterampilan, seni, olahraga, maupun keagamaan yang produktif selama berada di dalam lapas.

Kepala Lapas Pemuda Plantungan, Suharno, menyampaikan bahwa asesmen ini merupakan fondasi awal yang sangat menentukan keberhasilan proses pembinaan warga binaan.

“Melalui asesmen ISPN ini, kami tidak hanya mengukur tingkat risiko untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berusaha melihat potensi positif yang ada di dalam diri setiap warga binaan baru. Setiap narapidana memiliki latar belakang dan bakat yang berbeda. Dengan mengetahui minat dan potensi mereka sejak awal, kami dapat merancang program pembinaan yang benar-benar cocok, sehingga ketika bebas nanti mereka memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat,” Tegas Kalapas Suharno.

Dengan digelarnya asesmen ISPN secara berkelanjutan serta didukung oleh keterlibatan tenaga akademis berlatar belakang hukum dan psikologi, Lapas Pemuda Plantungan berharap dapat menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif, humanis, serta mampu melahirkan lulusan warga binaan yang mandiri, berkarakter, dan siap kembali ke tengah masyarakat secara positif.(hil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh