majalahsuaraforum.com – Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Debit air yang meningkat turut membawa material kayu hingga menyumbat beberapa jembatan.
Sumbatan material tersebut membuat aliran air tidak berjalan lancar. Kondisi itu kemudian menyebabkan tanggul jebol dan air meluber hingga masuk ke kawasan permukiman warga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, banjir kembali merendam sejumlah desa di beberapa kecamatan. Wilayah yang terdampak antara lain Desa Pulonas Baru di Kecamatan Lawe Bulan, Desa Kota Kutacane di Kecamatan Babussalam, Desa Terutung Negara Lawe Pasaran di Kecamatan Lawe Sumur, serta Desa Terutung Seperai di Kecamatan Bambel.
Di sejumlah titik, ketinggian air dilaporkan telah mencapai lebih dari satu meter. Genangan dengan ketinggian tersebut turut menghambat mobilitas masyarakat karena kendaraan roda empat tidak dapat melewati beberapa ruas jalan yang terendam.
Warga Kota Kutacane, Muhammad Alfatra, mengatakan banjir bukan kali pertama terjadi di wilayah tersebut. Ia menilai kondisi jembatan yang rendah menjadi salah satu faktor yang menyebabkan material kayu mudah tersangkut dan akhirnya menghambat aliran air.
“Ini merupakan banjir yang kesekian kalinya terjadi akibat jembatan yang rendah, mengakibatkan material kayu yang dibawa air mengalami penyumbatan, sehingga aliran air menyebar ke permukiman warga,” ungkap Alfatra, Sabtu (26/9/2026) malam.
Menurut Alfatra, kondisi tersebut membutuhkan penanganan segera dari pemerintah daerah, khususnya untuk mengatasi material yang menyumbat aliran air sekaligus memperbaiki infrastruktur yang dinilai berpotensi memperparah banjir.
Warga juga berharap pemerintah segera mengerahkan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan normalisasi aliran air serta membongkar jembatan yang selama ini dianggap menjadi salah satu pemicu terjadinya banjir.
“Semoga pemerintah daerah segera menurunkan alat berat untuk menormalisasi dan membongkar jembatan yang sering memicu terjadinya banjir,” harapnya.
Di tengah banjir yang masih berlangsung, masyarakat setempat turut melakukan gotong royong. Warga bersama-sama membersihkan material kayu yang terbawa arus dan menumpuk di sekitar jembatan.
Pembersihan tersebut dilakukan untuk membuka kembali jalur aliran air yang tersumbat. Warga berharap langkah tersebut dapat membantu mengurangi genangan dan mempercepat surutnya air di wilayah terdampak.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah rumah warga masih terendam banjir. Sebagian warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing meski terdampak genangan, sementara warga lainnya memutuskan mengungsi ke rumah keluarga.
Perluasan banjir tersebut hingga kini masih mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Tenggara. Penanganan terhadap dampak banjir serta pemantauan kondisi di lapangan terus dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan cuaca dan kondisi aliran air.
Dw.











