majalahsuaraforum.com – Jumlah warga yang mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kembali bertambah.
Hingga Kamis (24/9/2026) sore, Dinas Kesehatan Kabupaten Batang mencatat jumlah korban telah mencapai 411 orang.
Dari total tersebut, sebanyak 141 korban merupakan siswa sekolah. Kemudian terdapat 220 orang tua atau kelompok dewasa dan 50 balita.
Sementara itu, hingga pendataan dilakukan, belum ditemukan korban dari kelompok ibu menyusui.
Direktur RSUD Kalisari Batang, Ani Rusdiyani, mengatakan perkembangan kasus dugaan keracunan MBG di Kecamatan Bawang masih berlangsung dan jumlah pasien yang datang ke rumah sakit masih mengalami perubahan.
Arus kedatangan pasien ke RSUD Kalisari Batang juga masih terjadi hingga Kamis sore.
Hingga Kamis siang, sebanyak 58 pasien telah mendapatkan perawatan di RSUD Kalisari Batang. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 pasien diperkirakan sudah dapat meninggalkan rumah sakit secara bertahap pada Kamis sore.
Pasien yang diperbolehkan pulang merupakan mereka yang telah mengalami perbaikan kondisi dan dinilai memenuhi persyaratan untuk melanjutkan perawatan secara rawat jalan.
“Kami sudah merawat 58 pasien keracunan MBG hingga Kamis siang pukul 14.00 WIB, tetapi sudah ada pasien yang diizinkan pulang setelah mendapat pemeriksaan dokter, baik umum ataupun spesialis anak. Mereka yang sudah membaik sekitar 20 orang,” ujar Ani.
Pasien Masih Berdatangan Meskipun sebagian pasien telah diperbolehkan pulang, pihak rumah sakit masih memperkirakan jumlah pasien yang mendapatkan perawatan dapat bertambah.
Kedatangan pasien berlangsung secara bergantian. Bahkan, terdapat warga yang sebelumnya telah mendapatkan penanganan di puskesmas dan diperbolehkan pulang, tetapi kembali mengalami gejala sehingga harus mendapatkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit.
Kondisi tersebut membuat RSUD Kalisari terus melakukan pengaturan kapasitas ruang perawatan untuk memastikan pasien yang membutuhkan penanganan dapat tertampung.
Sejumlah pasien yang sebelumnya mendapatkan perawatan di area lorong dan selasar kemudian secara bertahap dipindahkan ke ruangan yang masih tersedia.
Ruang diklat dan ruang Wijaya Kusuma turut dimanfaatkan untuk mendukung penanganan pasien yang datang akibat dugaan keracunan tersebut.
Hingga kini, proses penanganan pasien sekaligus pendataan korban dugaan keracunan MBG di Kecamatan Bawang masih berlangsung.
Pemerintah Kabupaten Batang bersama fasilitas kesehatan terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus tersebut.
Pemantauan dilakukan karena kedatangan pasien baru masih berpotensi terjadi di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah Batang.
Dw.











