Home / Ekonomi / Kadin Optimistis Neraca Dagang Indonesia Tetap Surplus hingga Pengujung 2026

Kadin Optimistis Neraca Dagang Indonesia Tetap Surplus hingga Pengujung 2026

majalahsuaraforum.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia optimistis neraca perdagangan nasional masih mampu mempertahankan posisi surplus hingga akhir 2026. Keyakinan tersebut disampaikan di tengah pergerakan harga minyak dunia yang mengalami kenaikan dan volatilitas, yang berpotensi memberikan tekanan terhadap kinerja perdagangan Indonesia.

Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie menjelaskan bahwa neraca perdagangan Indonesia sempat berada dalam kondisi defisit pada Mei dan Juni 2026.

Namun, kondisi tersebut kembali berubah pada Juli 2026. Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus, meskipun nilainya relatif tipis.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), surplus neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2026 tercatat sebesar US$121,9 juta.

Jika dihitung secara kumulatif sejak Januari hingga Juli 2026, neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus sebesar US$3,70 miliar.

Anindya mengatakan perkembangan positif tersebut menjadi salah satu alasan Kadin melihat peluang neraca perdagangan Indonesia untuk terus berada di zona surplus hingga akhir tahun.

“Kalau mengenai neraca perdagangan, kita melihat kembali lagi bulan lalu sudah mulai positif lagi. Dan saya yakin ke depannya juga akan terus naik,” ungkap Anindya di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Harga Minyak Jadi Salah Satu Tantangan Anindya mengakui bahwa pergerakan harga minyak dunia tetap menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi neraca perdagangan Indonesia.

Kenaikan harga minyak berpotensi memberikan tekanan terhadap neraca perdagangan karena Indonesia masih memiliki ketergantungan terhadap impor minyak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Dengan kondisi tersebut, peningkatan harga minyak dunia dapat membuat nilai impor energi menjadi lebih besar dan pada akhirnya memengaruhi keseimbangan perdagangan Indonesia.

Meski demikian, Kadin masih melihat adanya peluang bagi Indonesia untuk mempertahankan surplus perdagangan. Salah satu penopangnya adalah peningkatan ekspor sejumlah produk unggulan nasional.

Beberapa komoditas yang dinilai memiliki prospek ekspor antara lain produk tekstil, alas kaki, elektronik, hingga furnitur.

Indonesia juga terus berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mineral melalui proses pengolahan sebelum diekspor.

Produk turunan mineral kritis yang telah melalui proses pengolahan menjadi salah satu sektor yang terus didorong. Di antaranya adalah stainless steel serta bahan baku yang digunakan dalam industri baterai.

Menurut Anindya, perkembangan ekspor berbagai produk unggulan tersebut menunjukkan adanya peningkatan kinerja komoditas ekspor Indonesia.

“Tapi kalau dilihat dari produk-produk unggulan kita, kenaikannya justru semakin baik. Saya rasa itu karena pemerintah mendorong komoditas ekspor tersebut,” pungkasnya.

Lan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh