Foto. Ist
majalahsuaraforum.com — Iran menawarkan kemungkinan untuk kembali membuka Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari. Namun, rencana tersebut disertai syarat agar Amerika Serikat (AS) terlebih dahulu mengambil langkah untuk mengurangi tekanan militer terhadap Iran.
Informasi tersebut muncul di tengah ketegangan yang masih berlangsung antara Teheran dan Washington. Menurut laporan Kyodo News yang mengutip seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya, proposal tersebut telah disampaikan kepada pihak Washington melalui seorang mediator.
Dalam proposal itu, Iran juga mengusulkan dilakukannya kembali pembicaraan antara kedua negara. Dialog tersebut diarahkan untuk membahas upaya mencapai penghentian perang secara permanen antara Iran dan Amerika Serikat.
Mengutip Anadolu, Selasa (22/9/2026), pejabat Iran tersebut menyatakan bahwa langkah diplomasi membutuhkan keseriusan dan komitmen dari Washington agar proses pembicaraan dapat kembali mengalami kemajuan.
Iran juga menolak kemungkinan terjadinya pertemuan langsung antara Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di sela-sela pelaksanaan Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berlangsung di New York pekan ini.
Menurut pejabat tersebut, Washington perlu menunjukkan keseriusan serta komitmen terlebih dahulu apabila menginginkan jalur diplomasi antara kedua negara kembali bergerak.
Ketegangan di Selat Hormuz Masih Berlanjut Tawaran Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz muncul ketika hubungan antara Iran dan AS masih berada dalam situasi tegang.
Proses negosiasi antara kedua negara hingga kini masih terhenti akibat perbedaan pandangan terkait kendali navigasi di kawasan Selat Hormuz.
Di tengah kebuntuan tersebut, Amerika Serikat disebut kembali memberlakukan blokade militer terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Sebagai respons, Teheran menutup Selat Hormuz.
Kondisi itu membuat persoalan mengenai akses dan kendali navigasi di jalur perairan strategis tersebut menjadi salah satu isu utama dalam hubungan Iran dan Amerika Serikat.
Dengan proposal terbaru tersebut, Iran menyatakan kesediaannya membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari apabila AS mengambil langkah untuk mengurangi tekanan militernya. Proposal itu sekaligus disertai dorongan agar kedua negara kembali membuka pembicaraan untuk mencari jalan menuju berakhirnya perang secara permanen.
Red.











