Home / Kabar Berita / Konflik AS-Iran Kembali Memanas, Teheran Lancarkan Serangan ke Pangkalan AS di Yordania

Konflik AS-Iran Kembali Memanas, Teheran Lancarkan Serangan ke Pangkalan AS di Yordania

Foto. Ist

majalahsuaraforum.com  – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Iran melancarkan serangan rudal balistik yang menyasar pangkalan militer yang digunakan pasukan AS di Yordania pada Rabu (9/9/2026). Pada waktu yang sama, Iran juga melaporkan serangan terhadap 10 kapal di kawasan Selat Hormuz.

Serangan tersebut terjadi sehari setelah militer AS mengumumkan penghancuran lima kapal tanker minyak Iran. Rangkaian aksi saling serang itu menjadi perkembangan terbaru dalam konflik AS dan Iran yang telah berlangsung selama sekitar enam bulan.

Setelah sempat mengalami periode relatif tenang selama kurang lebih satu bulan, aktivitas militer kedua negara kembali meningkat. Sasaran serangan tidak hanya mencakup aset militer, tetapi juga jalur pelayaran dan fasilitas yang berkaitan dengan sektor energi.

Situasi tersebut turut memberikan tekanan terhadap pasar energi global. Harga minyak mengalami kenaikan seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan distribusi energi dari kawasan Teluk.

AS Hancurkan Lima Kapal Tanker Iran Militer AS sebelumnya menyatakan telah menghancurkan lima kapal tanker minyak Iran pada Selasa (8/9/2026). Komando Pusat AS atau Centcom juga merilis rekaman yang disebut memperlihatkan operasi penghancuran kapal-kapal tersebut.

Menurut Centcom, tindakan tersebut merupakan respons terhadap dua serangan rudal balistik yang dilakukan Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) terhadap kapal perang Angkatan Laut AS dalam kurun dua hari sebelumnya.

Pemerintah AS menyatakan tidak ada personel militernya yang menjadi korban dalam serangan Iran terhadap kapal perang tersebut.

“Iran terus berusaha menyerang kapal-kapal angkatan laut AS. Setiap kali mereka melakukan atau mencoba melakukan itu, mereka akan kehilangan kapal tanker,” ujar Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dilansir dari Reuters.

Setelah lima kapal tanker dihancurkan, IRGC kemudian mengumumkan serangan balasan menggunakan rudal balistik terhadap pangkalan yang digunakan pasukan AS di sekitar Al Azraq, Yordania.

Iran mengklaim serangan tersebut menyebabkan kerusakan besar terhadap sasaran militer AS. Namun, klaim itu dibantah oleh pemerintah Yordania yang menyebut sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat sebagian besar rudal yang ditembakkan Iran.

Dari total 20 rudal Iran yang dilaporkan diluncurkan, sebanyak 18 rudal berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Yordania. Dua rudal lainnya jatuh di kawasan yang tidak berpenghuni.

Tidak ada laporan korban jiwa akibat dua rudal tersebut. Seorang pejabat AS juga menyatakan serangan Iran terhadap pangkalan di Yordania tidak efektif serta memastikan seluruh personel militer AS berada dalam kondisi lengkap.

Iran Serang 10 Kapal di Selat Hormuz Selain menyerang pangkalan militer yang digunakan AS di Yordania, IRGC pada hari yang sama mengumumkan operasi terhadap 10 kapal di Selat Hormuz.

Sepuluh kapal tersebut terdiri atas dua kapal berbendera AS dan delapan kapal tanker minyak. Iran menyebut kapal-kapal itu berusaha melintasi wilayah yang sebelumnya dinyatakan sebagai kawasan “terlarang dan tidak aman” oleh Teheran.

Selat Hormuz memiliki posisi strategis dalam perdagangan energi internasional karena menjadi salah satu jalur utama pengiriman minyak dunia. Meningkatnya serangan dan ancaman di kawasan tersebut membuat aktivitas pelayaran ikut terganggu.

Gangguan terhadap jalur tersebut juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi global, terutama apabila eskalasi militer antara AS dan Iran terus meningkat.

Serangan Meluas ke Kawasan Teluk Sepanjang konflik berlangsung, Iran telah beberapa kali melakukan serangan terhadap aset militer AS maupun negara-negara yang menjadi sekutunya di kawasan Timur Tengah.

Yordania juga sebelumnya pernah menjadi sasaran serangan. Dalam salah satu serangan pada Juli, sedikitnya dua personel militer AS dilaporkan tewas.

Iran tidak hanya memberikan ancaman terhadap aset militer. Kapal-kapal tanker minyak yang berada di sekitar pelabuhan Kuwait dan Bahrain juga mendapat ancaman dari Teheran.

Di sisi lain, sumber keamanan maritim melaporkan sebuah kapal tanker pengangkut gas alam cair mengalami kerusakan ketika berada di Pelabuhan Khor Fakkan, Uni Emirat Arab. Sampai saat ini, belum diketahui pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

AS dan Iran Saling Tekan Lewat Jalur Ekonomi Konflik yang semakin melebar di kawasan Teluk kini tidak hanya menjadi konfrontasi militer. AS dan Iran juga berusaha memberikan tekanan ekonomi terhadap lawannya melalui penguasaan dan pembatasan jalur perdagangan energi.

Washington berupaya memastikan pasokan minyak dunia tetap berjalan dengan mengawal kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz. Bersamaan dengan itu, AS juga berusaha menghambat ekspor minyak Iran melalui kebijakan blokade.

Centcom menyatakan lima kapal tanker yang dihancurkan pada Selasa merupakan bagian dari jaringan bayangan atau jaringan pengiriman minyak yang menurut AS digunakan untuk membantu membiayai IRGC serta kelompok-kelompok yang memiliki hubungan dengan Iran.

Sementara itu, Iran selama ini memberikan dukungan kepada jaringan yang dikenal sebagai “Poros Perlawanan”.

Kelompok-kelompok yang termasuk dalam jaringan tersebut antara lain Hamas di Palestina, Hizbullah di Lebanon, kelompok milisi Syiah di Irak, serta Houthi di Yaman.

Dengan meningkatnya serangan terhadap aset militer, kapal komersial, dan jalur energi, konflik AS-Iran berpotensi memberikan dampak yang semakin luas terhadap stabilitas kawasan Teluk sekaligus perdagangan energi dunia.

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh