majalahsuaraforum.com-Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana kebakaran, Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas IIB Plantungan melaksanakan kegiatan mitigasi risiko kebakaran melalui pengecekan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di sejumlah titik strategis lingkungan Lapas, Senin (7/9).
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut Surat Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah Nomor WP.13.PK.09.02-9 tentang Kesiapsiagaan dan Mitigasi Risiko Terjadinya Kebakaran pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan. Surat tersebut menjadi salah satu dasar bagi jajaran Lapas Pemuda Plantungan untuk meningkatkan langkah preventif serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Adm Kamtib) dengan menyasar beberapa area yang memiliki aktivitas cukup tinggi serta perlu mendapatkan perhatian dalam aspek pencegahan dan penanggulangan kebakaran, khususnya blok hunian, dapur, dan bengkel kerja (bimker).
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan secara langsung terhadap kondisi APAR yang tersedia di setiap titik. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik tabung APAR, kelengkapan komponen, kondisi segel dan pin pengaman, indikator tekanan, serta memastikan tidak terdapat kerusakan maupun kondisi yang dapat menghambat penggunaan APAR saat keadaan darurat. Petugas juga melakukan pengecekan terhadap masa berlaku atau masa kedaluwarsa APAR untuk memastikan seluruh peralatan pemadam api masih berada dalam kondisi layak dan siap digunakan.
Pengecekan tidak hanya dilakukan untuk memastikan keberadaan APAR, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memastikan sarana tersebut ditempatkan pada lokasi yang mudah dijangkau dan dapat segera digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran. Hal ini menjadi penting mengingat beberapa area seperti dapur dan bengkel kerja memiliki aktivitas yang berpotensi menimbulkan sumber panas maupun percikan api sehingga membutuhkan kesiapsiagaan lebih.
Selain itu, kegiatan pemeriksaan APAR menjadi langkah deteksi dini dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan keselamatan akibat kebakaran. Dengan pemeriksaan secara berkala, setiap potensi permasalahan terhadap sarana pemadam kebakaran dapat diketahui lebih awal sehingga dapat segera dilakukan tindak lanjut sebelum terjadi kondisi yang tidak diinginkan.
Kepala Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan melalui jajaran Adm Kamtib terus mendorong agar aspek pencegahan menjadi perhatian bersama seluruh petugas. Kesiapsiagaan tidak hanya bergantung pada ketersediaan sarana pemadam kebakaran, tetapi juga membutuhkan kepedulian, ketelitian, serta kemampuan petugas dalam mengenali potensi risiko yang terdapat di lingkungan Lapas.
Pemeriksaan APAR secara rutin juga merupakan bagian dari upaya membangun budaya kerja yang mengedepankan prinsip pencegahan dan kesiapsiagaan. Setiap petugas diharapkan memiliki kepedulian terhadap kondisi lingkungan kerja serta memahami langkah awal yang perlu dilakukan apabila ditemukan potensi kebakaran.
Kegiatan mitigasi tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen Lapas Pemuda Plantungan dalam menjaga keamanan dan keselamatan di lingkungan pemasyarakatan. Lingkungan Lapas memiliki karakteristik khusus karena terdapat petugas dan warga binaan yang beraktivitas dalam satu kawasan, sehingga aspek pencegahan bencana perlu dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.
Dengan dilaksanakannya pengecekan APAR secara berkala, Lapas Pemuda Plantungan berupaya memastikan seluruh sarana penanggulangan kebakaran berada dalam kondisi siap pakai, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan dampak apabila terjadi keadaan darurat sekaligus memperkuat sistem pengamanan dan keselamatan di lingkungan Lapas.
Ke depan, kegiatan serupa akan terus menjadi bagian dari upaya pemeliharaan dan peningkatan kesiapsiagaan Lapas Pemuda Plantungan. Tidak hanya melalui pengecekan sarana pemadam kebakaran, tetapi juga dengan meningkatkan kewaspadaan petugas, melakukan pemantauan terhadap titik-titik yang memiliki potensi risiko, serta memastikan langkah penanggulangan dapat dilakukan secara cepat dan tepat apabila terjadi keadaan darurat.
Melalui langkah mitigasi yang dilakukan secara konsisten, Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan menunjukkan komitmennya untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan tanggap terhadap risiko bencana, sekaligus memberikan perlindungan terhadap keselamatan petugas maupun warga binaan.(hil)











