Home / Kabar Berita / Kabut Asap Karhutla Indonesia Memburuk, Sejumlah Wilayah Sabah Malaysia Siaga

Kabut Asap Karhutla Indonesia Memburuk, Sejumlah Wilayah Sabah Malaysia Siaga

Foto. Ist 

majalahsuaraforum.com – Pemerintah Sabah, Malaysia, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berasal dari sejumlah wilayah di Indonesia.

Pemerintah Sabah telah mengaktifkan Pusat Komando Operasi Bencana Negara (PKOB) serta PKOB di tingkat distrik untuk Kota Kinabalu, Keningau, dan Papar. Kebijakan tersebut diambil setelah indeks pencemaran udara atau air pollutant index (API) di sejumlah daerah mengalami peningkatan.

Ketua Komite Penanggulangan Bencana Negara sekaligus Sekretaris Negara Sabah, Datuk Zainudin Aman, menyebut kondisi kualitas udara di beberapa wilayah telah berada pada level tidak sehat yang mengkhawatirkan.

Berdasarkan hasil pemantauan pada Selasa (1/9/2026), API Kota Kinabalu berada di angka 177. Sementara itu, Tawau mencatat angka 153, Keningau 165, sedangkan Kimanis dan Papar masing-masing mencapai 166.

Kondisi serupa juga terlihat di Politeknik Kota Kinabalu dengan angka API mencapai 153. Data tersebut dikutip dari Malay Mail pada Rabu (2/9/2026).

“Ketua Menteri Datuk Seri Hajiji Noor telah diinformasikan hari ini bahwa peningkatan pembacaan API dipengaruhi oleh pergerakan angin menuju Sabah dan diperkirakan akan terus meningkat secara stabil selama tidak ada hujan di Kalimantan,” kata Datuk Zainudin.

Mengacu pada Rencana Aksi Kabut Asap Nasional Malaysia, angka API tersebut masih termasuk kategori tingkat kewaspadaan 1A. Dalam kondisi tersebut, pemerintah menerapkan sejumlah langkah pencegahan untuk mengurangi dampak buruk terhadap masyarakat.

Salah satu langkah yang diterapkan adalah penghentian sementara kegiatan belajar mengajar di luar ruangan. Kegiatan ekstrakurikuler dan olahraga juga ditunda. Pemerintah turut meminta masyarakat memperoleh informasi mengenai perkembangan API sekaligus mengikuti berbagai langkah pencegahan yang telah ditetapkan.

Selain penanganan terhadap dampak kesehatan, pemerintah juga akan memperkuat pengawasan dan penegakan hukum. Pemantauan terhadap sektor industri dan lokasi pembuangan sampah akan ditingkatkan untuk mencegah munculnya sumber pencemaran tambahan.

Datuk Zainudin menjelaskan bahwa status darurat atau bencana kabut asap baru akan diumumkan apabila indeks API mencapai 500 atau lebih.

Ia juga menyarankan agar seluruh kegiatan resmi pemerintah negara bagian dibatalkan atau ditunda apabila API menyentuh angka 200 atau lebih. Kendati demikian, aktivitas pemerintahan yang dilakukan di dalam ruangan masih dapat tetap dilaksanakan.

Pemerintah Malaysia juga memberikan rekomendasi kepada sekolah yang berada di wilayah dengan API mencapai atau melewati angka 200 agar ditutup sementara. Kegiatan pembelajaran kemudian dialihkan untuk dilakukan dari rumah.

Selain kebijakan administratif dan kesehatan, pemerintah Sabah turut mengimbau masyarakat menjalankan kegiatan keagamaan sebagai bagian dari upaya menghadapi kondisi kabut asap.

“Diusulkan agar salat hajat diadakan di setiap distrik bagi umat Muslim sebagai bagian dari upaya memohon perlindungan dan kesejahteraan. Pada saat yang sama, rumah-rumah ibadah agama lain juga didorong untuk mengadakan kegiatan keagamaan yang sesuai dengan kepercayaan dan praktik masing-masing,” pungkas Datuk Zainudin.

Kabut asap lintas batas sebelumnya juga telah memengaruhi wilayah Sarawak. Pada Jumat (21/8/2026), asap karhutla yang terbawa angin dari Kalimantan menuju Sarawak menyebabkan kualitas udara di sejumlah wilayah mengalami penurunan.

Akibat kondisi tersebut, ratusan sekolah di Sarawak sempat ditutup. Sejumlah daerah juga mencatat indeks pencemaran udara dalam kategori tidak sehat karena asap dari wilayah Kalimantan terbawa angin menuju bagian barat Sarawak.

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh