Foto. Ist
majalahsuaraforum.com – India terus memperkuat infrastruktur transportasi udaranya melalui pembangunan bandara internasional baru di Visakhapatnam (Vizag), kota terbesar sekaligus salah satu pusat ekonomi utama di negara bagian Andhra Pradesh. Proyek yang digarap GMR Group tersebut diproyeksikan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat sektor teknologi informasi (IT), sekaligus membuka peluang konektivitas internasional yang lebih luas, termasuk dengan Indonesia.
Perdana Menteri India Narendra Modi menyatakan pembangunan bandara baru itu merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menjadikan Visakhapatnam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan teknologi baru di India.
“Jalan menuju kemakmuran adalah melalui investasi, produksi, ekspor, dan lapangan kerja,” kata Modi dalam pernyataan resminya, dikutip Rabu (5/8/2026).
Selama ini, Visakhapatnam dikenal sebagai salah satu kawasan dengan perkembangan industri teknologi yang pesat. Berbagai perusahaan teknologi global maupun Global Capability Center telah beroperasi di wilayah tersebut. Google, misalnya, membangun AI Data Center Hub di kawasan itu, sementara Nvidia bersama sejumlah perusahaan teknologi lainnya juga terus memperluas investasinya di Vizag.
Diharapkan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Chairman Energy & International Airports GMR, Srinivas Bommidala, mengatakan keberadaan bandara internasional baru akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi di kawasan pesisir timur India.
“Karena itu, diperlukan platform penerbangan internasional terpadu untuk mendorong pariwisata, memfasilitasi perdagangan, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat,” kata Bommidala.
Menurutnya, keberhasilan pengembangan bandara juga sangat bergantung pada terjalinnya kemitraan internasional dengan berbagai negara.
“Karena itu, operasi kemitraan mencakup India, Indonesia, dan Filipina, juga Yunani sangat diperlukan,” ujar Bommidala.
Ia menambahkan bahwa Visakhapatnam membutuhkan jaringan penerbangan yang semakin luas dengan negara-negara mitra strategis. Salah satu yang dinilai memiliki peran penting adalah Indonesia.
“Indonesia adalah salah satu negara penting bagi kami, karena itu jika konektivitas langsung tersedia, saya pikir hubungan antara kedua negara akan semakin erat,” ujar Bommidala.
Investasi Besar dan Target Menjadi Bandara Bertaraf Dunia Pembangunan Bandara Bhogapuram di Vizag dilakukan melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dengan nilai investasi lebih dari 56,4 miliar rupee atau sekitar US$591 juta.
Dalam proses pengembangannya, GMR Group memanfaatkan pengalaman yang diperoleh dari pembangunan bandara greenfield di Hyderabad dan Goa. Selain itu, perusahaan juga tengah menjajaki kerja sama dengan berbagai mitra internasional guna mewujudkan target menjadikan Bandara Bhogapuram sebagai pusat penerbangan modern yang mampu bersaing dengan bandara-bandara utama di Asia, termasuk Bandara Changi di Singapura.
Bandara baru tersebut dirancang memiliki kapasitas hingga enam juta penumpang per tahun dan diberi nama Alluri Sitarama Raju, pahlawan nasional India yang dikenal memimpin perjuangan melawan penjajahan Inggris.
Executive Director and Chief Innovation Officer GMR Group, SG Kishore, menjelaskan bahwa penggunaan nama tokoh nasional untuk bandara merupakan tradisi yang telah lama diterapkan di India. Contohnya adalah Bandara Indira Gandhi di Delhi dan Bandara Rajiv Gandhi di Hyderabad.
Bandara Internasional Alluri Sitarama Raju dijadwalkan mulai beroperasi pada 17 Agustus 2026. Selain mendukung sektor transportasi, perdagangan, dan pariwisata, penamaan bandara tersebut juga dimaksudkan untuk memperkenalkan sejarah perjuangan bangsa kepada generasi muda.
“Supaya generasi muda kami mengenal pahlawannya juga termotivasi oleh nilai-nilai perjuangan Raju,” kata Kishore.
Red.











