majalahsuaraforum.com – Dr. H. Nevirizal, yang menjabat sebagai Asisten Pemerintahan Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) pada Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, resmi mengajukan pengunduran diri dari jabatannya. Langkah ini diambil menyusul meluasnya penyebaran video yang menampilkan anaknya memamerkan gaya hidup mewah, termasuk liburan ke Korea Selatan hingga negara-negara Eropa, yang menjadi sorotan publik dan memicu perdebatan di media sosial.
Dalam pernyataan tertulis yang disampaikan ke Meulaboh, Aceh Barat, Nevirizal menyatakan keputusan ini diambil secara sadar dan penuh tanggung jawab.
“Keputusan ini saya ambil dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab akibat munculnya perhatian publik terkait perilaku anggota keluarga saya yang menimbulkan polemik dan telah memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi tempat saya mengabdi,” tulisnya dalam surat pengunduran diri yang berlaku efektif mulai hari ini.
Surat pengunduran diri tersebut telah diserahkan langsung kepada Wakil Bupati Gayo Lues, H. Maliki, di Blangkejeran yang merupakan pusat pemerintahan kabupaten tersebut. Penyerahan dilakukan karena Bupati Gayo Lues sedang melaksanakan tugas dinas di luar daerah saat peristiwa ini terjadi.
Nevirizal menjelaskan bahwa meskipun peristiwa yang memicu kegaduhan bersifat urusan pribadi keluarga, ia menyadari kedudukannya sebagai pejabat publik membawa tanggung jawab moral dan etis yang besar. Ia wajib menjaga integritas diri serta nama baik lembaga pemerintahan tempatnya bekerja, terlepas dari perbuatan anggota keluarganya.
“Demi menjaga nama baik institusi serta memberikan kesempatan agar proses evaluasi dan perbaikan dapat berjalan dengan baik, saya memilih mengundurkan diri dari jabatan yang saya emban saat ini,” tegasnya kembali dalam surat tersebut.
Melalui pernyataan itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada seluruh pimpinan instansi, rekan sejawat di lingkungan pemerintahan, serta seluruh masyarakat Kabupaten Gayo Lues atas kegaduhan dan keresahan yang timbul akibat peristiwa ini. Ia berharap langkah yang diambilnya dapat menjadi jalan bagi perbaikan dan pemulihan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan daerah setempat.
Peristiwa ini kembali menegaskan standar etika tinggi yang harus dijaga oleh setiap pejabat publik, di mana setiap tindakan anggota keluarga juga menjadi perhatian publik karena melekat pada kepercayaan yang diberikan masyarakat terhadap jabatan yang diemban.
Dw.











