Home / Ekonomi / Gangguan di Selat Hormuz Dorong Harga Minyak Naik Hingga 6 Persen dalam Seminggu

Gangguan di Selat Hormuz Dorong Harga Minyak Naik Hingga 6 Persen dalam Seminggu

Foto. Ist

majalahsuaraforum.com – Harga minyak dunia sempat turun tipis pada penutupan perdagangan Jumat (10/7/2026), namun secara keseluruhan masih mencatat kenaikan mingguan yang signifikan. Pasar energi global tetap dibayangi ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran yang melumpuhkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur distribusi minyak terpenting di dunia.

Berdasarkan data Reuters pukul 17.07 WIB, harga minyak mentah Brent turun 19 sen atau 0,3 persen menjadi US$76,11 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga melemah 21 sen atau 0,3 persen ke posisi US$71,87 per barel. Meski terkoreksi harian, Brent diproyeksikan naik sekitar 6 persen sepanjang pekan ini, sedangkan WTI berpotensi menguat sekitar 5 persen.

Vandana Hari, analis dari Vanda Insights, menilai harga masih didukung kekhawatiran pasokan yang belum teratasi. “Harga memang sudah turun dari puncak pertengahan pekan, namun premi risiko tetap tinggi karena lalu lintas kapal di Selat Hormuz hampir terhenti dan belum ada kepastian kapan kondisi normal kembali,” jelasnya.

Ketegangan memuncak setelah Iran melancarkan serangan terhadap fasilitas militer AS di beberapa negara Teluk pada Kamis (9/7/2026) sebagai balasan atas operasi militer AS di wilayah pesisir selatan dan provinsi timur Iran. Situasi makin panas setelah media Iran melaporkan sejumlah ledakan di selatan negara itu, termasuk di sekitar Bushehr lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir.

Eskalasi ini dikhawatirkan mengubah proyeksi Badan Energi Internasional (IEA) yang sebelumnya memprediksi pasar minyak akan mengalami kelebihan pasokan pada tahun depan.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan dirinya tidak memperkirakan perang akan meluas. “Saya rasa perang tidak akan dimulai lagi, dan apa pun yang terjadi akan berakhir dengan sangat cepat,” ujarnya.

Sementara itu, analis ANZ Daniel Hynes menyebut pasar sedikit lega karena serangan AS sejauh ini tidak menargetkan fasilitas energi Iran.

Pelaku pasar kini memantau perkembangan terbaru. Jika gangguan pelayaran berlanjut, harga berpotensi bertahan tinggi. Sebaliknya, jika situasi membaik, fokus pasar akan kembali pada keseimbangan pasokan dan permintaan global.

Lan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh