majalahsuaraforum.com – Upaya penyelesaian konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah mulai menunjukkan perkembangan positif. Kedua belah pihak dikabarkan telah membuka jalur komunikasi melalui tim kuasa hukum masing-masing guna mencari solusi terbaik atas berbagai persoalan yang belakangan menjadi perhatian publik.
Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menjelaskan bahwa langkah awal menuju perdamaian telah dilakukan melalui pengiriman surat kepada Ruben Onsu yang disampaikan melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang. Surat tersebut bertujuan membuka ruang dialog secara kekeluargaan dan tertutup demi mengakhiri polemik yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurut Chris, respons dari pihak Ruben menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan persoalan yang ada. Pertemuan antara Ruben dan Sarwendah pun telah direncanakan dan akan dilaksanakan setelah Ruben menyelesaikan ibadah umrah.
“Alhamdulillah (surat) sudah dibalas oleh Bang Minola, di mana pertemuan antara RO dan S ini akan terjadi setelah RO pulang umrah dan semua akan dilaksanakan,” ungkap Chris dalam wawancara virtual bersama awak media, Sabtu (20/6/2026).
Chris menilai adanya kesepakatan komunikasi antara kedua tim kuasa hukum menjadi langkah penting dalam menciptakan suasana yang lebih kondusif. Ia menegaskan bahwa dirinya dan Minola Sebayang memiliki tujuan yang sama, yakni membantu kedua pihak menemukan titik temu demi kebaikan bersama.
“Kita berdua, saya dengan Bang Minola sepakat untuk sama-sama menengahi permasalahan ini dengan baik dan agar bisa selesai semuanya dengan damai,” tambahnya.
Fokus utama dalam proses penyelesaian tersebut, lanjut Chris, adalah memastikan kepentingan anak-anak tetap menjadi prioritas. Ia berharap berbagai persoalan yang muncul antara Ruben dan Sarwendah tidak memberikan dampak negatif terhadap perkembangan maupun kondisi psikologis anak-anak mereka.
Anak-anak yang dimaksud adalah Betrand Peto, Thalia Onsu, dan Thania Onsu. Terlebih, Thalia dan Thania masih berada dalam usia yang membutuhkan perhatian serta perlindungan dari kedua orang tuanya.
Dalam kesempatan yang sama, Chris juga menanggapi isu yang beredar terkait tudingan bahwa Sarwendah menghalangi Ruben untuk bertemu dengan kedua anak kandungnya. Ia dengan tegas membantah anggapan tersebut dan menyatakan bahwa kliennya tidak pernah melarang ataupun mempersulit akses pertemuan antara anak-anak dengan ayah mereka.
“Sarwendah tidak pernah mempersulit dan melarang anak-anak bertemu dengan RO sebagai ayahnya. Kalau dibilang mempersulit coba tolong tunjukkan kepada kami di mana mempersulitnya?” pungkas Chris.
Lebih lanjut, Chris menyebut tuduhan tersebut tidak memiliki dasar yang jelas. Berdasarkan informasi yang diperolehnya langsung dari Sarwendah, tidak ada upaya pertemuan yang dilakukan Ruben yang kemudian dihambat atau ditolak oleh pihak Sarwendah.
Ia berharap komunikasi yang kini mulai terjalin dengan baik dapat menjadi fondasi untuk menyelesaikan seluruh persoalan yang masih tersisa. Selain menyangkut pola pengasuhan anak, pembahasan nantinya juga diharapkan mencakup berbagai hal lain, termasuk kewajiban nafkah bagi anak-anak mereka.
Dengan adanya rencana pertemuan tersebut, kedua belah pihak diharapkan dapat menemukan solusi yang mengedepankan kepentingan keluarga dan masa depan anak-anak, sehingga konflik yang selama ini menjadi sorotan publik dapat berakhir secara damai dan bermartabat.
Aan.











