majalahsuaraforum.com – Anies Rasyid Baswedan memberikan pandangannya mengenai sosok Dino Patti Djalal yang belakangan menjadi sorotan publik setelah menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Anies, Dino merupakan figur yang telah meniti karier diplomatik dan pemerintahan melalui proses panjang, sehingga tidak tepat jika dianggap sebagai sosok yang muncul secara instan.
Melalui unggahan di akun media sosial X miliknya pada Selasa (2/6/2026), Anies membagikan pengalaman pribadi yang membuatnya mengenal dan mengagumi kiprah Dino di dunia diplomasi Indonesia.
Anies menceritakan bahwa pertama kali mendengar nama Dino ketika masih menjadi mahasiswa di Universitas Gadjah Mada. Saat itu, ia memperoleh informasi mengenai seorang diplomat muda Indonesia yang tampil dalam sebuah forum debat internasional di London yang disiarkan oleh BBC.
Dalam forum tersebut, Dino disebut berhadapan dengan diplomat senior internasional, termasuk José Ramos-Horta, pada masa ketika Indonesia sedang menghadapi tekanan dan sorotan dunia internasional. Penampilan Dino kala itu dinilai mampu menjaga kehormatan dan posisi Indonesia di hadapan publik global.
“Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dengan diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: Dino Patti Djalal,” tulis Anies.
Pertemuan Langsung di Amerika Serikat Anies kemudian mengisahkan bahwa beberapa tahun setelahnya ia memiliki kesempatan bertemu langsung dengan Dino ketika sedang menjalani program doktoral di negara bagian Illinois, Amerika Serikat.
Pada periode pasca-serangan 11 September 2001, Dino datang ke Chicago untuk berdialog dengan mahasiswa Indonesia dan komunitas diaspora mengenai berbagai perkembangan yang terjadi serta dampaknya terhadap warga Indonesia yang berada di luar negeri.
Menurut Anies, pertemuan tersebut semakin menguatkan kesan positifnya terhadap Dino. Ia menggambarkan mantan Wakil Menteri Luar Negeri itu sebagai diplomat yang memiliki kapasitas intelektual tinggi, kemampuan komunikasi yang baik, serta ketenangan dalam menghadapi persoalan yang kompleks.
“Yang kami temui adalah diplomat muda yang cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dengan ketenangan diplomatik yang sulit ditiru,” ungkap Anies.
Meniti Karier dari Bawah Dalam tulisannya, Anies menegaskan bahwa karier Dino di bidang diplomasi dan pemerintahan tidak dibangun secara instan. Ia menilai pengalaman panjang yang dijalani Dino menjadi bukti bahwa reputasi yang dimilikinya saat ini merupakan hasil dari proses yang panjang dan konsisten.
Karena itu, Anies menyebut Dino bukan figur “karbitan” yang tiba-tiba muncul dalam jabatan strategis. Sebaliknya, ia menilai Dino telah melewati berbagai tahapan karier dan penugasan yang membentuk kapasitasnya sebagai diplomat sekaligus pejabat negara.
Pernyataan Anies tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap sejumlah kritik yang disampaikan Dino kepada pemerintah. Meski demikian, Anies memilih menyoroti rekam jejak, pengalaman, serta kontribusi Dino selama puluhan tahun dalam memperjuangkan kepentingan Indonesia di berbagai forum internasional.
Menurut Anies, sosok seperti Dino layak dipandang berdasarkan perjalanan karier dan kontribusinya yang panjang bagi bangsa, bukan hanya dari perdebatan atau polemik yang sedang berkembang saat ini.
Dw.











