Home / Hukum - Kriminal / Kemenimipas Luncurkan Hunian ASN di Bekasi, Dorong Kesejahteraan Pegawai Lewat Rumah Layak dan Ramah Lingkungan

Kemenimipas Luncurkan Hunian ASN di Bekasi, Dorong Kesejahteraan Pegawai Lewat Rumah Layak dan Ramah Lingkungan

majalahsuaraforum.com – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia (Kemenimipas) meresmikan fasilitas hunian bagi aparatur sipil negara (ASN) di wilayah Cikarang Barat dan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pegawai melalui penyediaan tempat tinggal yang layak, terjangkau, dan strategis.

Peresmian dan peluncuran fasilitas rumah ASN yang diberi nama Casa De Prima tersebut dilaksanakan di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, pada Selasa (19/5/2026). Program ini menjadi wujud komitmen Kemenimipas dalam meningkatkan kualitas kesejahteraan aparatur negara, terutama melalui akses hunian yang lebih mudah dijangkau oleh pegawai.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menyampaikan bahwa pembangunan hunian ini merupakan langkah nyata dalam mendukung kesejahteraan ASN agar dapat bekerja dan melayani masyarakat secara optimal.

“(Ini) upaya Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam menyejahterakan pegawai melalui penyediaan rumah yang nyaman, layak huni, terjangkau yang merupakan fondasi awal para ASN kita untuk dapat mengabdi dan melayani masyarakat dengan prima,” ujar Menteri Imigrasi Agus Andrianto dalam sambutannya di lokasi.

Pada tahap awal pembangunan, dari total 60 bangunan yang direncanakan di kawasan Casa De Prima, telah rampung sebanyak 34 unit rumah serta 9 unit rumah toko (ruko) di wilayah Cikarang Barat. Sementara itu, di Cikarang Pusat, pembangunan sebanyak 78 unit rumah ditargetkan mulai dilaksanakan pada awal Juni 2026.

Menurut Menteri Agus, fasilitas perumahan ASN ini memiliki nilai lebih karena mengusung konsep inklusivitas serta pendekatan ekonomi hijau (green economy). Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan material ramah lingkungan dalam proses pembangunan.

Ia menjelaskan bahwa bahan bangunan yang digunakan berasal dari hasil olahan limbah industri.

“Di mana bahan bangunan yang digunakan di perumahan ini memanfaatkan FABA (fly ash bottom ash) yang merupakan limbah sisa pembakaran PLTU, PLN, yang diolah secara produktif menjadi struktur rumah, bataton, paving block oleh tangan-tangan terampil warga binaan pemasyarakatan Lapas Kelas I Tangerang,” ucapnya.

Selain konsep ramah lingkungan, fasilitas rumah ASN ini juga didukung oleh skema pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui PT Bank Rakyat Indonesia (BRI). Skema pembiayaan tersebut menawarkan suku bunga sebesar 7,5 persen flat dengan tenor hingga 25 tahun, sehingga diharapkan dapat memudahkan ASN dalam memiliki hunian yang dekat dengan tempat kerja.

“Ini adalah kesempatan yang sangat baik, mohon kepada rekan-rekan bisa memanfaatkan ini dengan sebaik-baiknya sehingga apa yang menjadi arah bijak pemerintah kita implementasikan. Dan ini kita tidak lepas daripada dukungan semua pihak,” jelasnya.

Lebih lanjut, Agus juga menyinggung peran PT PLN (Persero) dalam mendukung program ini, khususnya dalam penyediaan dan pemanfaatan limbah FABA yang sebelumnya telah diterapkan di berbagai wilayah, termasuk Lapas Nusakambangan, Lapas Tangerang, serta beberapa lapas dan rutan lainnya di Indonesia.

“PLN terutama yang sudah dari awal menginisiasi kegiatan pemanfaatan limbah FABA, bukan hanya di Tangerang tapi juga di Nusakambangan, bahkan di beberapa tempat di lapas dan rutan di Indonesia ada delapan kalau tidak salah yang sudah mendapat bantuan limbah FABA dari PLN. Mudah-mudahan bisa memberikan kontribusi harga yang terjangkau, rumah murah, baik yang nantinya bisa dinikmati bukan saja oleh pegawai, tapi juga dinikmati oleh masyarakat,” tutupnya.

Program perumahan ASN di Cikarang ini diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas penunjang kesejahteraan pegawai Kemenimipas, tetapi juga menjadi contoh pengembangan hunian berbasis ekonomi hijau dan kolaborasi antarinstansi di Indonesia.

Hil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh