Home / Ekonomi / Harga Minyak Dunia Melonjak, Sentuh Level Tertinggi dalam Dua Pekan

Harga Minyak Dunia Melonjak, Sentuh Level Tertinggi dalam Dua Pekan

majalahsuaraforum.com – Harga minyak dunia mengalami lonjakan signifikan pada awal perdagangan pekan ini, Senin (18/5/2026), dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran dinilai semakin sulit diselesaikan, sehingga memicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.

Selain memudarnya harapan perdamaian, kenaikan harga minyak juga dipicu serangan drone terhadap fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Uni Emirat Arab serta rencana Presiden AS Donald Trump yang dikabarkan akan membahas opsi militer terhadap Iran.

Mengutip laporan Reuters, harga minyak mentah Brent naik sebesar US$2,03 atau sekitar 1,86 persen menjadi US$111,29 per barel pada pukul 09.20 WIB. Sementara itu, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat US$2,31 atau 2,19 persen ke posisi US$107,73 per barel, setelah sempat menyentuh level US$108,70 per barel.

Kenaikan harga tersebut memperpanjang tren penguatan yang sudah terjadi sejak pekan lalu. Dalam sepekan terakhir, kontrak Brent dan WTI tercatat melonjak lebih dari 7 persen akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap stabilitas jalur distribusi minyak global, terutama di kawasan Selat Hormuz.

Pasar menilai situasi geopolitik yang terus memburuk berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia dalam jangka panjang. Kekhawatiran itu semakin besar setelah serangan drone dilaporkan terjadi di wilayah UEA dan Arab Saudi.

Ekonom Prestige Economics, Jason Schenker, menilai konflik berkepanjangan dengan Iran dapat mempertahankan harga minyak pada level tinggi dalam waktu lama.

“Semakin lama konflik dengan Iran berlangsung, semakin besar risiko luka berkepanjangan pada harga minyak yang dapat membuat suku bunga tetap tinggi lebih lama,” ujar Schenker.

Ia juga mengingatkan bahwa lonjakan harga energi berisiko menekan pertumbuhan ekonomi global karena biaya produksi dan distribusi barang ikut meningkat.

Ketegangan geopolitik meningkat tajam setelah pejabat UEA mengonfirmasi adanya penyelidikan terhadap sumber serangan drone yang menargetkan PLTN Barakah. Pemerintah UEA menegaskan memiliki hak penuh untuk membalas apa yang mereka sebut sebagai “serangan teroris”.

Sementara itu, Arab Saudi mengklaim berhasil mencegat tiga drone yang memasuki wilayah udaranya dari arah Irak. Pemerintah Saudi memperingatkan akan mengambil langkah operasional untuk menjaga keamanan nasional dan mempertahankan kedaulatan negara.

Situasi tersebut membuat pasar energi global berada dalam tekanan tinggi, terutama karena kawasan Timur Tengah masih menjadi salah satu pusat utama produksi dan distribusi minyak dunia.

Lan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh