majalahsuaraforum.com – Nama artis sekaligus anggota DPR, Uya Kuya, kembali menjadi sorotan publik setelah muncul unggahan di media sosial yang menyebut dirinya mengelola sebanyak 750 dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Informasi tersebut ramai diperbincangkan setelah diunggah oleh akun Instagram @panglimarakyatkonoha.
Dalam unggahan tersebut, akun itu menuliskan klaim bahwa Uya Kuya terlibat langsung dalam pengelolaan ratusan dapur untuk mendukung program MBG.
“750 dapur MBG di tangan Uya Kuya. Kunci menuju Indonesia emas? Bukan kaleng-kaleng, Uya Kuya tancap gas dengan mengelola 750 dapur untuk program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, ini adalah bentuk investasi nyata bagi masa depan Indonesia,” tulis akun tersebut, dikutip Sabtu (18/4/2026).
Menanggapi kabar yang beredar, Uya Kuya langsung memberikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya. Ia dengan tegas membantah informasi tersebut dan menyatakan bahwa kabar yang beredar tidak benar.
Menurut Uya, isu yang menyebut dirinya mengelola ratusan dapur MBG merupakan kabar bohong atau hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Hoaks. Sampai sekarang saya cuma punya dapur restoran saya di @rm_aslirasa di Bendungan Hilir,” tulis Uya dalam unggahan Instagram story miliknya.
Tak hanya membantah, Uya juga menyampaikan sindiran keras kepada pihak yang menyebarkan informasi tersebut.
“Masih jaman bikin berita hoaks bos?” tambahnya.
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh sang istri, Astrid Kuya. Ia menilai kabar yang beredar di media sosial itu sebagai bentuk fitnah yang merugikan.
“Berita hoaks!!!!! Fitnah!!! Nanti yang bikin berita harus mempertanggungjawabkan semuanya terutama nanti di akhirat,” tegas Astrid.
Pasangan Uya dan Astrid Kuya pun menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam atas penyebaran informasi yang dianggap merugikan nama baik keluarga mereka. Keduanya menyatakan siap menempuh jalur hukum terhadap pihak yang pertama kali menyebarkan isu tersebut.
Langkah hukum ini disebut sebagai bentuk keseriusan mereka dalam menanggapi penyebaran berita palsu yang telah menimbulkan kegaduhan di ruang publik.
Aan.











