Home / Politik / Wacana Penggabungan Nasdem–Gerindra Muncul, Pengamat Soroti Risiko dan Dampaknya

Wacana Penggabungan Nasdem–Gerindra Muncul, Pengamat Soroti Risiko dan Dampaknya

majalahsuaraforum.com  — Isu mengenai kemungkinan penggabungan antara Partai NasDem dan Partai Gerindra tengah menjadi perhatian publik. Wacana ini dinilai memiliki berbagai konsekuensi besar yang perlu dipertimbangkan secara matang oleh kedua pihak.

Guru Besar Ilmu Politik FISIP UI, Aditya Perdana, menyatakan bahwa fusi atau merger partai politik bukanlah keputusan sederhana karena menyangkut banyak aspek strategis.

“Fusi atau merger parpol itu kan ada banyak konsekuensi. Artinya ada konsekuensi, ada pertimbangan yang tentu menjadi bahan untuk dibicarakan diputuskan oleh partai politik ataupun dua partai itu ya, bukan hanya sebelah pihak,” ujarnya.

Harus Berdasarkan Kesamaan Ideologi Menurut Aditya, penggabungan partai umumnya dilandasi oleh kesamaan platform, ideologi, serta posisi politik dalam menyikapi isu-isu tertentu. Tanpa dasar yang kuat, langkah tersebut berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Ia juga menilai bahwa fenomena merger atau fusi partai bukan tren umum di Indonesia setelah era reformasi.

Risiko Perpecahan dan Hilangnya Identitas Lebih lanjut, Aditya mengingatkan bahwa penggabungan partai justru bisa memicu konflik internal hingga perpecahan yang berujung pada lahirnya partai baru.

“Konsekuensi-konsekuensi ini memang mereka harus timbang secara matang karena enggak mudah, karena nanti identitas hilang,” jelasnya.

Selain itu, akan muncul persoalan terkait dominasi, seperti penggunaan nama partai, simbol, hingga kekuatan suara politik yang dimiliki masing-masing pihak.

Fusi vs Merger: Makna Berbeda Aditya menjelaskan bahwa istilah fusi dan merger memiliki makna yang berbeda dalam konteks politik:

Fusi: cenderung menunjukkan adanya pihak yang lebih dominan

Merger: mencerminkan posisi yang lebih seimbang antara dua partai

Ia juga menyinggung bahwa praktik fusi pernah terjadi pada masa Orde Baru, yang saat itu dilakukan karena dorongan kekuasaan, bukan murni kesepakatan politik.

Respons Internal Partai Sementara itu, Wakil Ketua Umum NasDem, Saan Mustopa, menyebut bahwa wacana penggabungan partai merupakan hal yang lazim dibicarakan, meski tidak mudah untuk direalisasikan.

Aditya pun mempertanyakan apakah wacana ini muncul dari inisiatif kedua partai atau karena faktor eksternal.

“Pertanyaannya adalah apakah dipaksa oleh rezim penguasa hari ini atau mereka inisiatif sendiri,” katanya.

Masih Jadi Spekulasi Publik Hingga kini, wacana penggabungan NasDem dan Gerindra masih sebatas spekulasi. Publik pun menanti arah kebijakan kedua partai, apakah akan melanjutkan pembahasan menuju merger atau tetap berjalan masing-masing.

Dw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh