Foto. Ist
majalahsuaraforum.com — Gelombang demonstrasi yang menentang kebijakan luar negeri Amerika Serikat terkait Israel kembali terjadi di kota Manhattan. Sekitar 90 orang diamankan aparat kepolisian setelah aksi protes yang dilakukan berujung pada pemblokiran jalan dan gangguan lalu lintas di pusat kota.
Aksi ini dipimpin oleh organisasi Jewish Voice for Peace, yang secara terbuka menolak penjualan senjata Amerika Serikat kepada Israel serta keterlibatan Washington dalam konflik Timur Tengah, khususnya dengan Iran.
Dalam aksi tersebut, sejumlah tokoh publik turut diamankan, di antaranya Chelsea Manning, Hari Nef, serta anggota Dewan Kota New York Alexa Aviles.
Upaya Masuk Kantor Senator Gagal Berdasarkan laporan dari Associated Press, para demonstran awalnya mencoba menggelar aksi duduk di dalam kantor dua senator Demokrat, yaitu Chuck Schumer dan Kirsten Gillibrand.
Namun, upaya tersebut gagal setelah petugas keamanan mencegah mereka memasuki gedung.
Kedua senator tersebut menjadi sasaran kritik karena dianggap mendukung peningkatan operasi militer Israel di Lebanon serta keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik dengan Iran.
Blokade Jalan dan Penangkapan Setelah tidak berhasil masuk ke gedung, massa beralih ke jalan raya dan melakukan blokade yang menyebabkan kemacetan signifikan di kawasan Manhattan.
Para demonstran meneriakkan slogan “Danai rakyat, bukan bom!”, sebagai bentuk protes terhadap kebijakan militer yang dinilai lebih mengutamakan anggaran perang dibanding kesejahteraan masyarakat.
Situasi tersebut akhirnya direspons aparat kepolisian dengan melakukan penangkapan. Para peserta aksi yang diamankan kemudian dibawa menggunakan sejumlah bus.
Tekanan Publik Terhadap Kebijakan Luar Negeri AS Peristiwa ini mencerminkan meningkatnya tekanan dari masyarakat sipil di Amerika Serikat terhadap kebijakan pemerintah, khususnya terkait dukungan militer kepada Israel dan pendekatan konfrontatif terhadap Iran.
Berbagai kelompok aktivis terus mendorong pemerintah untuk menghentikan penjualan senjata serta mengedepankan solusi diplomatik guna meredakan konflik di kawasan Timur Tengah.
Red.











