majalahsuaraforum.com – Arus mudik Lebaran 2026 di jalur Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mulai menunjukkan peningkatan sejak Jumat (13/3/2026). Sejak pagi hingga menjelang sore hari, pemudik terlihat terus melintas menuju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Sepeda motor menjadi kendaraan yang paling mendominasi jalur tersebut. Banyak pengendara terlihat membawa berbagai barang bawaan, mulai dari tas besar yang diikat di bagian belakang motor hingga ransel, kardus, dan kantong plastik berisi kebutuhan perjalanan.
Pantauan di simpang tiga Lohbener, Indramayu, sekitar pukul 16.00 WIB menunjukkan jumlah kendaraan roda dua yang terus meningkat. Meski volume kendaraan bertambah, arus lalu lintas masih bergerak stabil tanpa kemacetan panjang.
Sejumlah pengendara terlihat membawa anggota keluarga dalam perjalanan mudik mereka. Anak-anak duduk di tengah diapit orang tua, sementara barang bawaan disusun rapi di bagian belakang kendaraan agar tetap aman selama perjalanan.
Pelat nomor kendaraan yang melintas di jalur tersebut didominasi oleh kendaraan dari luar daerah Indramayu. Kendaraan dengan pelat nomor wilayah seperti G, B, dan F tampak beriringan menuju arah timur Pulau Jawa. Jalur Pantura sendiri dikenal sebagai salah satu rute utama bagi pemudik yang berangkat dari wilayah Jabodetabek menuju daerah-daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Sebagian pengendara menggunakan perlengkapan tambahan untuk melindungi diri selama perjalanan. Jaket tebal, masker, helm tertutup, serta kacamata hitam menjadi perlengkapan yang umum digunakan untuk mengurangi paparan debu jalanan dan terik matahari sore.
Salah satu pemudik, Adi (36), sempat berhenti di tepi jalan untuk beristirahat sejenak. Warga Jakarta tersebut tengah menempuh perjalanan menuju Cilacap, Jawa Tengah, bersama keluarganya menggunakan sepeda motor.
Ia mengungkapkan bahwa perjalanan mudik mereka dimulai sejak pagi hari dari Jakarta. Keputusan berangkat lebih awal diambil untuk menghindari kepadatan lalu lintas yang biasanya meningkat menjelang akhir pekan.
“Berangkat dari Jakarta jam enam pagi. Saya pilih mudik lebih awal supaya tidak kena macet parah yang biasanya terjadi saat Sabtu atau Minggu,” ujar Adi.
Menurutnya, perjalanan mudik tahun ini memberikan pengalaman yang berbeda bagi keluarganya. Jika sebelumnya mereka selalu pulang kampung menggunakan mobil, kali ini mereka memilih sepeda motor untuk merasakan pengalaman perjalanan yang lebih dekat dengan suasana jalan.
“Biasanya kami pakai mobil, tapi sekarang coba motoran. Pengen cari sensasi baru juga dan bisa lebih menikmati suasana di perjalanan,” tuturnya.
Meski memberikan pengalaman tersendiri, perjalanan menggunakan sepeda motor juga menghadirkan tantangan. Pengendara harus menghadapi kondisi cuaca secara langsung tanpa perlindungan seperti saat menggunakan mobil.
Terik matahari di jalur Pantura membuat para pemudik perlu lebih sering berhenti untuk beristirahat. Selain itu, waktu tempuh perjalanan juga cenderung lebih lama karena kecepatan kendaraan harus dijaga demi keselamatan.
“Kalau motor memang lebih capek, apalagi cuacanya panas. Perjalanannya juga jadi lebih lama dibanding pakai mobil, tetapi tetap seru,” ujarnya.
Hingga sore hari, kondisi jalur Pantura masih relatif lancar. Meskipun arus kendaraan terus meningkat, belum terlihat antrean panjang maupun kemacetan total di sepanjang jalur tersebut.
Perjalanan dari Jakarta menuju Indramayu juga dilaporkan dapat ditempuh tanpa hambatan berarti. Beberapa kendaraan memang sempat melambat di titik persimpangan, namun arus lalu lintas tetap bergerak stabil.
“Alhamdulillah sampai sini masih lancar, belum ada macet total. Namun masih ada beberapa jalan yang berlubang, jadi harus lebih hati-hati,” kata Adi.
Keberadaan lubang di sejumlah titik jalan menjadi perhatian para pemudik karena dapat membahayakan perjalanan, terutama bagi pengendara yang membawa barang bawaan cukup banyak.
Karena itu, pemudik diimbau untuk tetap berhati-hati selama perjalanan. Menjaga jarak aman, memperhatikan kondisi jalan, serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima menjadi hal penting agar perjalanan mudik berjalan lancar.
Arus kendaraan diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan. Akhir pekan sering menjadi momentum awal gelombang besar pemudik yang memanfaatkan waktu libur untuk pulang kampung lebih awal.
Para pemudik berharap perjalanan menuju kampung halaman dapat berlangsung aman dan lancar hingga tiba di tujuan.
“Mudah-mudahan jalan yang berlubang bisa segera diperbaiki, supaya pemudik lebih aman dan nyaman sampai kampung halaman,” pungkasnya.
Red.











