Home / Nasional / Pencarian Korban Banjir Lahar Merapi Dihentikan, Warga Krinjing Gelar Salat Gaib

Pencarian Korban Banjir Lahar Merapi Dihentikan, Warga Krinjing Gelar Salat Gaib

majalahsuaraforum.com – Suasana duka menyelimuti kawasan aliran Sungai Senowo, yang berada di Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, setelah banjir lahar hujan dari Gunung Merapi menerjang wilayah tersebut. Tim SAR gabungan bersama warga dan keluarga korban menggelar salat gaib serta prosesi tabur bunga untuk dua korban yang hingga kini belum ditemukan.

Prosesi doa berlangsung khusyuk di tepi sungai yang dipenuhi material pasir vulkanik dan bebatuan besar. Warga tampak berbaris mengikuti salat gaib yang dipimpin oleh tokoh agama setempat sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi dua warga Krinjing yang terseret banjir lahar, yaitu Hasyim dan Maryuni.

Paman korban Hasyim, Saaris, mengatakan pihak keluarga telah menerima musibah tersebut dengan lapang dada meskipun hingga kini korban belum ditemukan oleh tim pencari.

“Kami menerima dengan lapang hati karena ini kehendak Allah. Kami berterima kasih kepada Basarnas dan tim dari pemerintah yang telah membantu pencarian ini. Walaupun belum ditemukan, keluarga tetap berdoa dan mengapresiasi perhatian dari pemerintah dan masyarakat,” kata Saaris pada Senin (9/3/2026).

Ia mengungkapkan bahwa Hasyim diketahui baru saja membangun rumah tangga beberapa bulan lalu. Saat peristiwa terjadi, istrinya juga tengah mengandung.

“Hasyim sudah berkeluarga, baru sekitar lima bulan menikah. Saat ini istrinya sedang mengandung empat bulan. Kami berharap semoga almarhum meninggal dalam keadaan husnul khatimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah,” ujarnya.

Menurut Saaris, kegiatan tabur bunga di lokasi kejadian merupakan simbol keikhlasan keluarga dalam mendoakan korban yang hingga kini belum ditemukan.

“Tabur bunga ini bentuk keikhlasan kami, bahwa kami yakin Hasyim telah meninggal dengan tenang dan diterima di sisi-Nya, sehingga kami melaksanakan salat gaib,” ujarnya.

Setelah pelaksanaan salat gaib, warga bersama relawan serta petugas SAR menaburkan bunga di sekitar lokasi kejadian. Sejumlah warga terlihat menundukkan kepala sambil memanjatkan doa agar kedua korban dapat segera ditemukan.

Koordinator SAR gabungan, Aris Yulianto, menyampaikan bahwa operasi pencarian resmi dihentikan pada pukul 16.42 WIB setelah berlangsung selama tujuh hari sesuai dengan standar operasional prosedur Basarnas.

“Dengan berakhirnya tujuh hari sesuai SOP Basarnas, operasi SAR pencarian dan pertolongan kita tutup hari ini,” kata Aris.

Ia menjelaskan bahwa tim SAR gabungan telah melakukan berbagai upaya maksimal selama proses pencarian, termasuk menggunakan alat berat berupa ekskavator di sejumlah titik yang dicurigai menjadi lokasi korban tertimbun material lahar.

“Tim SAR gabungan dari Basarnas Unit Siaga SAR Borobudur bersama relawan sudah memaksimalkan pencarian menggunakan ekskavator di dua titik yang kita curigai ada korban, tetapi hingga sore ini hasilnya masih nihil,” ujarnya.

Menurut Aris, proses pencarian menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Tebalnya material pasir dan batuan vulkanik, luasnya area pencarian, serta kondisi cuaca yang sering diguyur hujan menjadi faktor yang menyulitkan tim dalam melakukan evakuasi.

Meski operasi pencarian secara resmi telah ditutup, pihak Basarnas tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi kejadian. Jika ditemukan indikasi keberadaan korban, tim SAR siap kembali melakukan upaya evakuasi.

“Sesuai SOP, operasi SAR memang sudah kami tutup, tetapi kami tetap melakukan pemantauan. Jika ada penemuan atau indikasi mengarah ke korban, kami siap melakukan evakuasi,” kata Aris.

Sebelumnya, tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Senowo hingga sejauh tujuh kilometer dari titik awal kejadian. Namun hingga operasi pencarian dihentikan, kedua korban masih belum berhasil ditemukan.

Peristiwa banjir lahar hujan dari Gunung Merapi tersebut terjadi pada Selasa (3/3/2026) sore. Bencana tersebut menyebabkan tiga warga meninggal dunia, dua orang dinyatakan hilang, serta enam orang lainnya mengalami luka-luka akibat terjangan material lahar yang terbawa arus sungai.

Dw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh