majalahsuaraforum.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia bersama sejumlah pemangku kepentingan menyatakan kesiapan dalam mengawal arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Lonjakan kendaraan yang diproyeksikan mencapai sekitar 3,5 juta unit keluar dari Jakarta menjadi perhatian utama dalam perencanaan tahun ini.
Strategi pengamanan dan pengaturan lalu lintas tersebut dipaparkan oleh Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Agus Suryonugroho, dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kesiapan Pelayanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Auditorium Mutiara, PTIK, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Menurutnya, Operasi Ketupat 2026 tidak hanya berfokus pada kelancaran arus kendaraan, tetapi juga mencakup penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) selama Ramadan hingga Idul Fitri.
“Operasi Ketupat bukan hanya operasi lalu lintas. Negara hadir memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman sekaligus menjaga situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas tetap kondusif,” ujar Irjen Agus.
Evaluasi dan Target Penurunan Kecelakaan Ia menjelaskan bahwa indikator keberhasilan operasi bukan semata pada kelancaran arus, melainkan juga stabilitas keamanan dan keselamatan secara menyeluruh. Berdasarkan pelaksanaan sebelumnya, fatalitas korban kecelakaan berhasil ditekan hingga 53 persen, sementara angka kecelakaan turun sebesar 31 persen.
Capaian tersebut menjadi tolok ukur untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas pengamanan pada mudik tahun ini.
Lima Klaster Pengelolaan Arus Mudik Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, Korlantas Polri membagi strategi penanganan mudik ke dalam lima klaster utama, yakni:
Jalan tol dan rest area,
Prediksi bangkitan arus kendaraan,
Jalur tol fungsional,
Jalur Trans Jawa dan jalur alternatif,
Jalur Trans Sumatera.
Seluruh rekayasa lalu lintas, lanjutnya, dilakukan berbasis data dan pemantauan teknologi secara real time.
“Kita tidak bekerja berdasarkan insting. Setiap keputusan rekayasa lalu lintas menggunakan parameter data sehingga respons dapat dilakukan lebih cepat,” tegasnya.
Beberapa skema rekayasa yang disiapkan meliputi contraflow, one way, hingga delay system untuk mengurai kepadatan, termasuk di titik krusial seperti penyeberangan Merak–Bakauheni. Selain itu, buffer zone dan skenario darurat juga telah dirancang untuk mengantisipasi potensi gangguan operasional.
Pengamanan Jalur dan Pemeriksaan Kendaraan Pengamanan tidak hanya difokuskan pada jalan tol, tetapi juga jalur arteri nasional, tempat ibadah, serta destinasi wisata guna menjaga stabilitas kamtibmas selama masa libur Idulfitri.
Sebagai langkah preventif menekan angka kecelakaan, Korlantas bersama kementerian terkait menyiapkan sejumlah check point pemeriksaan kendaraan. Pemeriksaan tersebut mencakup kelayakan armada, kondisi kesehatan pengemudi, hingga tes narkoba bagi sopir angkutan umum sebelum memasuki jalur utama mudik.
Dalam kesempatan tersebut, Kakorlantas juga memperkenalkan tagline Operasi Ketupat 2026, yakni “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”, sebagai bentuk komitmen pelayanan kepada masyarakat.
“Yang kita amankan bukan sekadar arus kendaraan, tetapi perjalanan keluarga Indonesia. Kita hadir lebih awal dan pulang paling akhir,” pungkasnya.
Hil.











