Home / Ekonomi / Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara Bahas Skema Cicilan 50 Pesawat Boeing untuk Garuda Indonesia

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara Bahas Skema Cicilan 50 Pesawat Boeing untuk Garuda Indonesia

majalahsuaraforum.com – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) tengah mengkaji berbagai opsi untuk merealisasikan rencana pembelian 50 unit pesawat dari Boeing bagi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Hingga kini, proses tersebut masih berada dalam tahap pembahasan teknis di tingkat pemerintah.

Managing Director Stakeholders Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas, menyampaikan bahwa pihaknya pada prinsipnya siap melakukan pembelian. Namun, belum ada kepastian mengenai jumlah unit yang bisa dipenuhi Boeing dalam waktu dekat.

“Ini masih pembahasan teknis, artinya kita siap membeli 50 (unit), tapi Boeing belum menjawab atau akan menjawab, dia mampunya 10 (unit), 20 (unit), itu belum,” ujar Rohan, Jumat (27/2).

Tantangan Antrean Produksi Salah satu kendala utama dalam pengadaan armada baru adalah lamanya waktu pengiriman. Rohan menjelaskan bahwa antrean produksi pesawat secara global saat ini dapat mencapai tujuh tahun.

Menurutnya, pemilihan tipe pesawat juga harus mempertimbangkan ketersediaan jadwal pengiriman. Meski Indonesia menginginkan pengiriman lebih cepat, kondisi antrean dunia membuat proses tersebut tidak mudah dipercepat.

“Karena masih bahas juga, maksudnya kita kan calon pembeli, kita belum bayar. Kita bilang butuh lebih cepat dari tujuh tahun, tapi antrean rata-rata seluruh dunia ya sama,” jelasnya.

Opsi Pembiayaan Fleksibel Terkait pendanaan, Danantara menyiapkan sejumlah alternatif pembiayaan. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah skema supplier’s credit, yakni mekanisme cicilan langsung kepada Boeing.

“Sources of fund itu kan bisa macam-macam ya, tapi kan suppliers credit juga ada kan, kita juga bisa nyicil ke Boeing. Itu semua negosiasi yang nanti harus dilakukan,” ungkap Rohan.

Selain itu, Danantara juga membuka kemungkinan untuk kembali memberikan suntikan modal (capital injection) kepada Garuda Indonesia guna mendukung ekspansi armada. Sebelumnya, pada pertengahan 2025, PT Danantara Asset Management (DAM) telah mengalokasikan suntikan modal sebesar Rp23,67 triliun kepada maskapai pelat merah tersebut.

Rohan menambahkan, strategi konsolidasi armada, termasuk wacana merger dengan Pelita Air, dinilai dapat meningkatkan efisiensi rute dan jumlah pesawat yang dioperasikan.

Bagian dari Kesepakatan Dagang Indonesia–AS Rencana pembelian 50 pesawat Boeing juga berkaitan dengan kesepakatan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat bertajuk Toward a New Golden Age for the U.S.-Indonesia Alliance. Dalam dokumen tersebut, terdapat komitmen pengadaan pesawat komersial serta barang dan jasa terkait penerbangan senilai USD 13,5 miliar.

Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, sebelumnya menyebut bahwa rencana pembelian 50 pesawat Boeing menjadi bagian dari implementasi kesepakatan perdagangan timbal balik tersebut.

Realisasi pembelian masih bergantung pada hasil negosiasi teknis lanjutan dan kesiapan produksi dari pihak Boeing. Pemerintah dan Danantara kini fokus memastikan skema pembiayaan dan strategi pengadaan dapat berjalan efektif demi memperkuat armada serta daya saing Garuda Indonesia ke depan.

Lan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh