Home / Kabar Berita / Prabowo Tegaskan Iuran Dana Rekonstruksi Gaza di Board of Peace Tidak Wajib Dibayar

Prabowo Tegaskan Iuran Dana Rekonstruksi Gaza di Board of Peace Tidak Wajib Dibayar

majalahsuaraforum.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan penjelasan terkait iuran keanggotaan Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP) yang disebut bernilai US$ 1 miliar.

Prabowo menegaskan bahwa pembayaran dana tersebut tidak bersifat wajib, mengingat Indonesia bukan anggota permanen dalam dewan yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Penjelasan itu disampaikan Prabowo dalam pertemuan bersama para mantan menteri luar negeri (menlu) dan wakil menteri luar negeri (wamenlu) RI terdahulu, yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Indonesia Tidak Terikat sebagai Anggota Tetap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa dalam forum tersebut, Prabowo menegaskan posisi Indonesia dalam Board of Peace bukan bersifat tetap.

Menurut Teddy, Indonesia memiliki keleluasaan untuk keluar dari keanggotaan kapan saja.

“Indonesia sewaktu-waktu dapat menarik diri dari keanggotaan. Mengenai biaya US$ 1 miliar, adalah untuk dana rekonstruksi Gaza, dan tidak bersifat wajib,” kata Teddy dalam keterangannya dikutip dari akun Instagram @sekretariat.kabinet.

Dana Belum Dibayarkan dan Bersifat Opsional Teddy juga menyampaikan bahwa sampai saat ini Indonesia belum melakukan pembayaran iuran tersebut.

Ia menambahkan bahwa negara-negara anggota dewan diperbolehkan untuk membayar maupun tidak membayar kontribusi tersebut.

“Jika membayar maka akan menjadi anggota tetap. Namun bila tidak membayar, maka keanggotaan akan berlangsung selama 3 tahun,” ujarnya.

Dengan demikian, pembayaran dana tersebut menjadi penentu apakah suatu negara akan menjadi anggota permanen atau hanya anggota sementara dengan masa keanggotaan terbatas.

Langkah Konkret Indonesia untuk Palestina Lebih lanjut, Teddy menyebut bahwa keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace merupakan langkah nyata untuk ikut berperan langsung dalam upaya mengurangi konflik dan peperangan di Palestina.

Menurutnya, Indonesia tidak hanya ingin terlibat sebatas menghadiri forum-forum resmi seperti konferensi atau diskusi internasional.

Keikutsertaan ini dipandang sebagai bentuk komitmen langsung dalam mendukung perdamaian serta proses rekonstruksi Gaza.

Prabowo Dengarkan Masukan dari Tokoh Diplomasi Dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga memberikan sejumlah penjelasan tambahan, mendengarkan masukan, serta menjawab pertanyaan dari para tokoh yang hadir.

Adapun sejumlah pejabat dan tokoh yang turut mengikuti pertemuan itu antara lain:

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi

Menteri Luar Negeri Sugiono

Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir

Mantan Menlu Marty Natalegawa

Mantan Menlu Retno Marsudi

Mantan Menlu Alwi Shihab

Mantan Wamenlu Dino Patti Djalal

Akademisi, praktisi, serta perwakilan legislatif

Keanggotaan Indonesia Bersifat Fleksibel Dengan penegasan tersebut, pemerintah menyatakan bahwa posisi Indonesia dalam Board of Peace tetap fleksibel dan tidak mengikat secara permanen.

Dana kontribusi sebesar US$ 1 miliar dipahami sebagai bagian dari rencana rekonstruksi Gaza, namun tidak menjadi kewajiban mutlak bagi Indonesia selama statusnya bukan anggota tetap.

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh