majalahsuaraforum.com – Timnas Futsal Jepang akan menghadapi Timnas Futsal Indonesia dalam laga semifinal Piala Asia Futsal 2026. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis (5/2/2026) di Indonesia Arena.
Jepang yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan utama futsal Asia bahkan dunia, kembali berambisi merebut gelar juara seperti yang pernah mereka raih pada edisi 2022.
Dalam turnamen kali ini, Jepang berhasil melangkah ke babak semifinal setelah menundukkan Timnas Afghanistan. Untuk pertama kalinya sebagai pelatih kepala, Kensuke Takahashi sukses membawa Jepang mencapai empat besar Piala Asia 2026.
Pertandingan melawan Indonesia menjadi momen spesial bagi Takahashi. Ia menyambut laga ini dengan antusias karena akan kembali bertemu pemain-pemain Indonesia yang sebelumnya pernah ia latih secara langsung.
Kensuke Takahashi Pernah Menangani Timnas Futsal Indonesia Nama Kensuke Takahashi bukan sosok asing bagi futsal Indonesia. Ia diketahui pernah melatih Timnas Futsal Indonesia pada periode 2018 hingga 2021.
Pengalaman tersebut membuat pertemuan Jepang dan Indonesia kali ini terasa lebih emosional, karena Takahashi pernah menjadi bagian penting dari perkembangan futsal nasional.
Siapa Kensuke Takahashi?
Kensuke Takahashi merupakan pelatih futsal profesional asal Jepang. Saat ini, ia menjabat sebagai pelatih kepala Timnas Futsal Jepang.
Sebelum beralih ke dunia kepelatihan, Takahashi adalah pemain futsal yang memperkuat tim nasional Jepang dalam berbagai ajang internasional.
Pada Mei 2004, ia tampil bersama Jepang di ajang Piala Futsal 2004. Beberapa bulan setelahnya, pada November 2004, ia kembali membela negaranya di Kejuaraan Dunia Futsal FIFA 2004.
Dalam dua kompetisi tersebut, Takahashi tercatat sebagai pemain termuda di skuad Timnas Futsal Jepang pada masa itu.
Karier bermainnya juga berlanjut hingga ia tampil dalam Piala Dunia Futsal FIFA 2012, yang menjadi momen penting karena sebelumnya ia harus absen pada Piala Dunia Futsal FIFA 2008 akibat cedera.
Perjalanan Kepelatihan di Indonesia Pada April 2018, Federasi Futsal Indonesia (FFI) menunjuk Kensuke Takahashi sebagai manajer sekaligus pelatih Timnas Futsal Indonesia.
Dalam perannya, ia bertanggung jawab menangani:
Timnas senior putra
Timnas senior putri
Timnas U-20
Selama masa kepemimpinannya, sejumlah pencapaian berhasil diraih:
Prestasi Timnas Putri Takahashi membawa tim futsal putri Indonesia melaju hingga perempat final Piala Futsal Wanita 2018.
Prestasi Timnas Putra Senior Pada Piala Futsal AFF 2018, Indonesia finis di posisi ketiga.
Setahun kemudian, pada Piala Futsal AFF 2019, timnas senior putra berhasil mencapai partai final, meskipun harus mengakui keunggulan Thailand dan akhirnya menjadi runner-up.
Prestasi Timnas U-20 Pada ajang Piala Futsal U-20 AFC 2019, Indonesia mampu menembus babak semifinal dan finis di peringkat keempat.
Setelah tiga setengah tahun bertugas, Takahashi memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya. Keputusan tersebut diambil karena alasan keluarga, sehingga ia memilih kembali ke Jepang.
Kembali ke Jepang dan Menjadi Pelatih Kepala Sepulangnya ke Jepang, Takahashi sempat berperan sebagai staf pelatih di Timnas Futsal Jepang. Ia juga dipercaya menangani tim futsal Jepang U-20, mendampingi Kenichiro Kogure yang kala itu menjabat pelatih tim senior.
Pada Juli 2024, Japan Football Association secara resmi menunjuk Kensuke Takahashi sebagai pelatih kepala Timnas Futsal Jepang putra.
Ia menggantikan posisi yang kosong setelah Kenichiro Kogure mengundurkan diri.
Target dan Gaya Melatih Takahashi Target utama Takahashi adalah membawa Jepang kembali meraih gelar juara di Piala Asia Futsal 2026.
Timnas futsal Jepang memang dikenal sebagai salah satu kekuatan terbesar di Asia dan telah beberapa kali menjuarai Piala Futsal AFC, termasuk pada edisi 2022.
Takahashi dikenal sebagai pelatih yang fokus pada:
Pengembangan teknik permainan
Pendekatan taktik modern
Disiplin tinggi dalam organisasi tim
Permainan Jepang di bawah asuhannya terlihat tajam dalam menyerang namun tetap rapi dan terstruktur dalam bertahan.
Pengalaman membangun tim dari bawah ketika melatih Indonesia juga menjadi modal penting dalam menerapkan gaya kepelatihan serupa bersama Jepang.
Jay.











