Home / Kabar Berita / Indonesia Masuk Dewan Perdamaian Gaza, Perkuat Diplomasi Kawal Palestina

Indonesia Masuk Dewan Perdamaian Gaza, Perkuat Diplomasi Kawal Palestina

majalahsuaraforum.com – Indonesia secara resmi bergabung dalam Dewan Perdamaian untuk Gaza yang diluncurkan pada ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya internasional dalam mendorong penghentian kekerasan sekaligus menjaga stabilitas kawasan Gaza.

Langkah Indonesia tersebut dipandang sebagai upaya strategis untuk memperkuat posisi diplomatik di tingkat global, khususnya dalam mendukung perjuangan Palestina melalui solusi dua negara serta memastikan stabilisasi jangka panjang di wilayah konflik.

Dewan Perdamaian yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump ini beranggotakan 19 negara. Lembaga tersebut akan bekerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam mengawasi gencatan senjata, menjaga keamanan, dan mendukung rekonstruksi di Gaza.

Keikutsertaan Indonesia juga menegaskan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses bantuan kemanusiaan serta mendorong terciptanya perdamaian berkelanjutan bagi rakyat Palestina.

Keputusan Menuai Pro dan Kontra Keputusan Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian sempat menimbulkan pro kontra di masyarakat. Menyadari adanya dinamika tersebut, Presiden Prabowo kemudian mengundang pimpinan 16 organisasi masyarakat Islam, tokoh agama, serta pimpinan pondok pesantren ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (3/2/2026).

Pertemuan itu bertujuan untuk menjelaskan langsung alasan pemerintah mengambil langkah tersebut.

“Seperti biasa presiden selalu menjadikan forum-forum diskusi sebagai media untuk mendapatkan masukan-masukan dari para tokoh,” kata Mensesneg Prasetyo Hadi kepada awak media sebelum pertemuan digelar, Selasa (3/2/2026).

Tokoh Islam Berikan Dukungan Setelah mendengarkan penjelasan pemerintah, para tokoh Islam yang hadir menyatakan dukungan terhadap keputusan Indonesia untuk masuk dalam Dewan Perdamaian Gaza.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyampaikan bahwa para peserta pertemuan memahami alasan Indonesia bergabung dalam forum tersebut.

“Saya kira semua yang hadir memahami dan bisa menerima, bahkan mempercayakan perjuangan untuk menolong Palestina melalui upaya-upaya strategis ini,” kata Gus Yahya kepada awak media, Selasa (3/2/2026).

Gus Yahya juga menegaskan bahwa pada tataran nilai, seluruh tokoh Islam sepakat menolak segala bentuk penjajahan dan berkomitmen memperjuangkan kemerdekaan bangsa-bangsa sesuai amanat Proklamasi.

MUI Tegaskan Dukungan Demi Kemanusiaan Hal serupa juga disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar. MUI yang sebelumnya sempat mengkritik keputusan pemerintah, kini menyatakan dukungan penuh selama langkah tersebut benar-benar ditujukan untuk kepentingan kemanusiaan.

Anwar menjelaskan bahwa MUI akan mendukung jika keanggotaan Indonesia dalam lembaga bentukan Amerika Serikat itu membawa manfaat bagi rakyat Gaza dan Palestina.

“Sepanjang untuk kemaslahatan, tentu saja (mendukung) karena MUI ini berjuang untuk kemaslahatan umat, untuk kemaslahatan bangsa, untuk kemaslahatan kemanusiaan,” kata Anwar saat ditemui seusai pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Komitmen Indonesia untuk Perdamaian Palestina Bergabungnya Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza menjadi penegasan bahwa pemerintah ingin mengambil peran lebih besar dalam upaya perdamaian internasional. Selain menjaga akses bantuan kemanusiaan, Indonesia juga berusaha memastikan perjuangan Palestina tetap berada dalam jalur diplomasi global.

Keputusan ini sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia ingin menjadi bagian dari pengawasan gencatan senjata serta mendukung rekonstruksi Gaza pasca-konflik.

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh