majalahsuaraforum.com — Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, memilih bersikap realistis jelang bergulirnya Piala Asia Futsal 2026. Meski Indonesia datang sebagai peraih medali emas SEA Games 2025 sekaligus tuan rumah, Souto menegaskan bahwa status tersebut tidak boleh menjadi beban bagi tim.
Turnamen Piala Asia Futsal 2026 dijadwalkan mulai Selasa (27/1/2026), dengan seluruh pertandingan Timnas Indonesia digelar di Indonesia Arena, Jakarta.
Dalam jumpa pers pra-turnamen, pelatih asal Spanyol itu menilai pencapaian di level Asia Tenggara tidak bisa dijadikan patokan mutlak untuk menghadapi persaingan di level Asia yang jauh lebih ketat.
“Ekspektasi kadang tidak sesuai dengan kenyataan. Kami tahu setiap pertandingan adalah satu final, dan itulah cara kami menjalaninya,” ujar Souto dalam jumpa pers di Indonesia Arena, Senin (26/1/2026).
Status Tuan Rumah Jadi Tantangan Tersendiri Souto juga menyoroti kondisi Indonesia yang tidak melalui jalur kualifikasi seperti tim-tim peserta lainnya karena berstatus sebagai tuan rumah. Menurutnya, situasi tersebut membuat pendekatan dan persiapan tim berbeda dibanding negara pesaing.
Pada Piala Asia Futsal 2026, Indonesia tergabung di Grup A bersama Korea Selatan, Kirgistan, dan Irak.
Meski begitu, Souto menegaskan bahwa fokus tim sepenuhnya diarahkan pada pertandingan demi pertandingan, dimulai dari laga pembuka.
“Kami hanya fokus pada pertandingan pertama melawan Korea, setelah itu Kirgistan, lalu Iran. Kami tidak memikirkan hal lain,” ujarnya.
Tak Terpengaruh Tekanan dan Opini Publik Pelatih berusia 45 tahun tersebut menegaskan bahwa tekanan dari luar tidak menjadi perhatian utama jajaran tim pelatih maupun para pemain.
“Kami tidak bisa mengontrol apa yang orang pikirkan. Tugas kami hanya fokus pada permainan,” kata Souto.
Ia juga mengingatkan para pemain agar tidak terjebak pada euforia keberhasilan di SEA Games dan menyadari bahwa level persaingan di Piala Asia jauh lebih tinggi.
“Dalam olahraga, masa lalu tidak ada dan masa depan adalah mimpi. Kalau masih berpikir tentang SEA Games, itu masalah besar. Ini level Asia,” tegasnya.
Karakter Lawan Beragam, Tim Diminta Fokus Harian Souto menjelaskan bahwa tim-tim yang dihadapi Indonesia datang dari kawasan dengan karakter permainan yang sangat berbeda, mulai dari Asia Tengah, Timur Tengah, hingga Asia Timur.
“Mereka memiliki gaya, biotipe, dan profil pemain yang berbeda. Jadi kami harus fokus hari demi hari,” kata Souto.
Menurutnya, kunci utama bagi Indonesia adalah menjalani setiap laga sebagai penentuan, tanpa memikirkan hasil jauh ke depan.
Target Realistis di Turnamen Terkait target, Souto tidak ingin membebani tim dengan ekspektasi berlebihan. Ia menilai semakin lama Indonesia bertahan di turnamen, maka hasil tersebut sudah menjadi pencapaian positif.
“Semakin lama kami berada di kompetisi ini, itu semakin bagus. Mencapai perempat final akan menjadi hasil yang baik,” ujarnya.
Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia Timnas futsal Indonesia akan mengawali perjuangannya dengan menghadapi Korea Selatan pada Selasa (27/1). Selanjutnya, Indonesia dijadwalkan bertemu Kirgistan pada Kamis (29/1), sebelum menutup fase grup melawan Irak pada Sabtu (31/1). Seluruh laga tersebut akan dimainkan di Indonesia Arena, Jakarta.
Jay.











