majalahsuaraforum.com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil langkah mengejutkan dengan membatalkan rencana pengenaan tarif impor baru terhadap delapan negara Eropa. Keputusan ini menandai perubahan sikap signifikan Trump yang sebelumnya bersikap keras terhadap negara-negara sekutu di kawasan tersebut.
Delapan negara yang semula terancam kebijakan tarif baru itu adalah Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia. Pembatalan kebijakan tersebut dipandang sebagai upaya meredakan ketegangan dagang sekaligus diplomatik antara Amerika Serikat dan Eropa.
Perubahan arah kebijakan ini terjadi tidak lama setelah Trump memicu kontroversi internasional terkait Greenland. Dalam beberapa pernyataan sebelumnya, Trump secara terbuka menyampaikan keinginan Amerika Serikat untuk mengambil alih Greenland secara menyeluruh, termasuk aspek kepemilikan, hak, dan penguasaannya. Sikap tersebut menuai kecaman luas dari para pemimpin Eropa.
Mengacu pada laporan Associated Press pada Sabtu (24/1/2026), Trump menyampaikan melalui unggahan di media sosial bahwa dirinya telah menyetujui sebuah kerangka kesepakatan masa depan dengan pimpinan North Atlantic Treaty Organization (NATO). Kesepakatan tersebut berkaitan dengan penguatan keamanan di kawasan Arktik dan dinilai berpotensi meredakan ketegangan geopolitik yang sebelumnya meningkat.
Selain itu, Trump juga mengungkapkan bahwa pembahasan lanjutan mengenai Greenland masih berlangsung, khususnya terkait keterlibatan pulau tersebut dalam program pertahanan rudal Golden Dome. Program senilai sekitar US$ 175 miliar itu merupakan sistem pertahanan berlapis yang untuk pertama kalinya dirancang menempatkan senjata Amerika Serikat di luar angkasa.
Di sisi lain, seorang pejabat Eropa yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa di internal NATO muncul sejumlah gagasan kompromi sebagai respons atas tuntutan Trump. Salah satu skema yang tengah dibicarakan adalah kerja sama antara Denmark, NATO, dan Amerika Serikat untuk membangun lebih banyak pangkalan militer AS di wilayah Greenland.
Meski demikian, pejabat tersebut menegaskan bahwa hingga kini belum ada kepastian apakah rencana pembangunan pangkalan militer itu secara resmi masuk dalam kerangka kerja sama yang telah diumumkan oleh Trump.
Sebelumnya, ancaman tarif impor yang disampaikan Trump terhadap delapan negara Eropa disebut-sebut sebagai alat tekanan politik dan ekonomi guna memperkuat posisi Amerika Serikat dalam upaya menguasai Greenland. Namun, dengan dibatalkannya rencana tarif tersebut, arah kebijakan AS terhadap Eropa kini terlihat lebih lunak, meski dinamika terkait Greenland masih terus bergulir.
Lan.











