majalahsuaraforum.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tehran terus memantau secara intensif perkembangan situasi keamanan di Iran, menyusul munculnya gelombang demonstrasi di sejumlah wilayah negara tersebut. Pemantauan juga difokuskan pada kondisi dan keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran.
Berdasarkan komunikasi yang dilakukan secara berkelanjutan antara KBRI Tehran dengan para WNI yang tersebar di berbagai daerah, situasi keamanan di sejumlah kota yang menjadi pusat komunitas WNI, seperti Qom dan Isfahan, dilaporkan berada dalam kondisi relatif kondusif. Hingga saat ini, tidak ditemukan gangguan keamanan yang berdampak langsung terhadap WNI.
Mayoritas WNI yang berada di Iran diketahui berstatus sebagai pelajar dan mahasiswa. Mereka menempuh pendidikan di berbagai institusi pendidikan, dengan konsentrasi terbesar berada di Kota Qom.
Hasil asesmen yang dilakukan KBRI Tehran dengan memperhatikan kondisi lapangan hingga 12 Januari 2026 menunjukkan bahwa langkah evakuasi terhadap WNI belum diperlukan pada saat ini.
Kemlu menegaskan bahwa meskipun situasi masih terkendali, kewaspadaan tetap ditingkatkan. KBRI Tehran terus menjalin komunikasi aktif dengan para WNI untuk memastikan perkembangan terbaru dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti apabila terjadi perubahan kondisi keamanan.
Seiring dengan itu, Kementerian Luar Negeri bersama KBRI Tehran juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi sebagai bagian dari rencana kontigensi. Persiapan ini dilakukan guna menghadapi kemungkinan eskalasi situasi keamanan apabila kondisi di Iran memburuk.
Pemerintah Indonesia memastikan akan terus memprioritaskan perlindungan WNI di luar negeri serta mengambil langkah yang diperlukan secara cepat dan terukur sesuai dengan dinamika situasi di lapangan.
Red.











