Home / Nasional / Lebih dari 817 Ribu Warga Aceh Masih Mengungsi, Pemerintah Fokus Percepat Perbaikan Akses dan Infrastruktur

Lebih dari 817 Ribu Warga Aceh Masih Mengungsi, Pemerintah Fokus Percepat Perbaikan Akses dan Infrastruktur

majalahsuaraforum.com – Jumlah warga Aceh yang terdampak banjir bandang masih sangat besar. Hingga Jumat (12/12/2025), sebanyak 817.742 orang tercatat masih menetap di posko-posko pengungsian. Mereka berasal dari berbagai wilayah yang dilanda bencana sejak akhir November dan belum dapat kembali ke rumah masing-masing karena sebagian besar permukiman telah hancur.

Kondisi ini membuat para pengungsi menantikan kepastian pemerintah terkait pembangunan hunian sementara maupun hunian tetap untuk kembali menata kehidupan pascabencana.

Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa jumlah korban meninggal dunia mencapai 407 orang, sementara 31 orang lainnya masih hilang dan belum ditemukan hingga saat ini.

BNPB Prioritaskan Pemulihan Akses yang Terputus Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa upaya penanganan darurat terus berjalan dan pemerintah mempercepat langkah-langkah pemulihan, terutama infrastruktur yang rusak parah.

“Upaya penanganan darurat terus dilakukan pemerintah, termasuk percepatan pembangunan jembatan bailey pada beberapa ruas terdampak untuk memulihkan akses transportasi,” ujar Abdul Muhari, Jumat (12/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa kerusakan sejumlah jembatan menghambat distribusi bantuan dan akses menuju berbagai titik pengungsian di Kabupaten Bireuen, Aceh Tengah, serta daerah sekitar lainnya.

Pembangunan Jembatan Bailey Dikebut di Beberapa Lokasi Untuk mengatasi terputusnya jalur vital, BNPB bekerja sama dengan Yonzipur TNI serta Kementerian Pekerjaan Umum melakukan percepatan pembangunan jembatan bailey di tiga titik kritis di Kabupaten Bireuen.

Perkembangan terkini pembangunan jembatan:

Jembatan Teupin Reudeup (30 meter): progres 77% Jembatan Teupin Mane: progres 85%, didukung material dari Kementerian PU Jembatan Kutablang, Kecamatan Krueng Tikeum (jalur utama Bireuen–Lhokseumawe): progres 17,5% Di Aceh Tengah, pembangunan Jembatan Jeurata yang menghubungkan Pidie–Takengon juga sudah dimulai dengan progres awal sebesar 1%, menandai dimulainya pemulihan akses di kawasan pegunungan tersebut.

Seluruh jembatan bailey ini dirancang untuk menopang beban hingga 50 ton, memungkinkan kendaraan logistik dan armada penanganan bencana melintas dengan aman.

Kondisi Pengungsi Masih Sangat Berat Dengan besarnya jumlah pengungsi dan kondisi infrastruktur yang rusak parah, perbaikan akses dianggap sangat krusial untuk mempercepat penyaluran bantuan, membuka jalur evakuasi, serta mendukung pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat terdampak.

Upaya percepatan ini juga diharapkan dapat mendukung penanganan korban yang masih berada di wilayah-wilayah sulit dijangkau akibat kerusakan jembatan dan akses jalan.

Dw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh