majalahsuaraforum.com – Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin kembali menegaskan adanya ancaman tersembunyi yang menurutnya selama puluhan tahun menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi nasional. Pernyataan ini ia sampaikan saat memberikan kuliah umum di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, pada Jumat (12/12/2025).
Dalam paparannya, Sjafrie menyebut bahwa masalah yang ia istilahkan sebagai “musuh dalam selimut” telah menggerogoti potensi ekonomi Indonesia melalui praktik under invoicing serta kelalaian pengawasan selama dua dekade terakhir.
Ia menilai bahwa dampak dari kondisi tersebut bukan hanya merugikan secara administratif, tetapi juga mengakibatkan hilangnya potensi penerimaan negara dalam jumlah yang sangat besar.
“Kita berhadapan dengan musuh dalam selimut yang tidak menghendaki Indonesia bangkit perekonomiannya. Kerugian negara yang diakibatkan mencapai USD800 miliar,” ujar Sjafrie dalam kuliah umum tersebut.
Sjafrie juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap lemahnya sistem keamanan di sektor-sektor strategis, terutama di wilayah pertambangan. Ia menilai bahwa longgarnya pemeriksaan di pelabuhan maupun bandara memberikan ruang luas bagi aktivitas ilegal, termasuk pengiriman bahan tambang secara tidak sah.
Menurutnya, kekayaan mineral Indonesia seharusnya menjadi modal besar untuk memperkuat ekonomi nasional, namun realitas di lapangan menunjukkan sebaliknya.
Ia menegaskan bahwa celah pengawasan inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan tindakan ilegal tanpa hambatan berarti.
“RI punya banyak nikel dan bauksit. Sayangnya, realitas di lapangan orang-orang bisa keluar masuk dari pelabuhan tanpa diperiksa. Mereka juga bisa keluar masuk dari bandara tanpa pemeriksaan,” katanya.
Sjafrie menekankan perlunya pembenahan menyeluruh dalam mekanisme keamanan dan pengawasan agar kebocoran ekonomi yang telah terjadi selama bertahun-tahun dapat dihentikan. Menurutnya, tanpa penegakan sistem yang ketat, Indonesia akan terus menghadapi ancaman yang merusak dari dalam negeri sendiri.
Dw.











