majalahsuaraforum.com – Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (5/12/2025) secara resmi mengadopsi resolusi untuk memperpanjang mandat Badan PBB untuk Pengungsi Palestina atau United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) selama tiga tahun ke depan.
Dalam pemungutan suara yang digelar di Majelis Umum PBB, resolusi tersebut memperoleh 151 suara mendukung, 10 suara menentang, dan 14 suara abstain. Keputusan ini menegaskan kembali dukungan luas komunitas internasional terhadap keberlanjutan peran UNRWA dalam menangani pengungsi Palestina.
Menyambut keputusan tersebut, Kepala UNRWA Philippe Lazzarini menyampaikan pernyataannya melalui akun media sosial X. Ia menilai pembaruan mandat ini mencerminkan soliditas dan kepedulian dunia terhadap nasib pengungsi Palestina.
“Keputusan tersebut mencerminkan solidaritas yang luas dari orang-orang di seluruh dunia dengan Pengungsi Palestina.”
Ia juga menambahkan bahwa keputusan Majelis Umum tersebut merupakan bentuk pengakuan atas tanggung jawab komunitas internasional untuk terus mendukung kebutuhan kemanusiaan dan pembangunan manusia bagi para pengungsi Palestina.
“Ini juga merupakan pengakuan atas tanggung jawab komunitas internasional untuk mendukung kebutuhan kemanusiaan dan pembangunan manusia para pengungsi Palestina sambil menunggu solusi yang adil dan berkelanjutan untuk penderitaan mereka yang telah berlangsung selama puluhan tahun,” ujarnya.
Selain itu, Lazzarini turut mendesak agar keputusan perpanjangan mandat tersebut tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga diikuti dengan komitmen nyata dalam bentuk dukungan pembiayaan dan sumber daya.
Ia berharap keputusan tersebut benar-benar “diterjemahkan menjadi komitmen sejati dan sumber daya yang sesuai untuk memastikan mandat tersebut terpenuhi.”
Peran UNRWA dalam Krisis Pengungsi Palestina Sebagai informasi, UNRWA didirikan oleh Majelis Umum PBB lebih dari 70 tahun lalu dengan tujuan utama membantu warga Palestina yang terpaksa meninggalkan tanah mereka akibat konflik. Sejak saat itu, UNRWA menjalankan mandat kemanusiaan yang mencakup layanan pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, serta perlindungan bagi jutaan pengungsi Palestina di berbagai wilayah, termasuk Jalur Gaza, Tepi Barat, Yordania, Lebanon, dan Suriah.
Pembaharuan mandat ini dinilai menjadi langkah penting di tengah situasi kemanusiaan yang kian memburuk di Jalur Gaza serta meningkatnya kebutuhan dasar para pengungsi Palestina akibat konflik yang belum menemukan penyelesaian yang adil dan berkelanjutan.
Red.











