majalahsuaraforum.com — Penanganan kasus hilangnya Alvaro kini memasuki tahap krusial setelah aparat kepolisian menemukan sejumlah fakta baru. Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Nikolas Lilipaly, memastikan bahwa informasi yang diberikan pihak keluarga selama ini sejalan dengan hasil penyelidikan awal tim di lapangan.
“Kami dapat informasi dari keluarga, dan apa yang disampaikan keluarga korban itu benar adanya,” ujar Kombes Nikolas.
Ia menyampaikan bahwa keterangan tersebut sebelumnya telah diverifikasi oleh Polsek Pesanggrahan yang menerima laporan pertama dari keluarga. Namun, detail lengkap belum bisa dibuka ke publik karena masih dalam proses finalisasi.
“Untuk detailnya jangan dahulu. Nanti malam Humas akan sampaikan karena data-datanya sedang disiapkan,” tambahnya.
Nikolas menjelaskan bahwa polisi telah memintai keterangan dari berbagai pihak, baik dari keluarga korban maupun keluarga terduga pelaku.
“Semua sudah kami panggil. Keluarga korban, keluarga tersangka juga sudah kami lakukan pemeriksaan,” jelasnya.
Ia juga menyentuh soal status penahanan Alex, yang menjadi perhatian publik.
“Yang sementara sudah dikerjakan itu menuju penahanan. Untuk sejak kapan ditahan, nanti ada penjelasan resminya,” ujarnya.
Menurut Kapolres, penanganan awal berada di Polsek Pesanggrahan, namun membuka kemungkinan bahwa kasus ini nantinya dapat dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.
Keluarga Resmi Mendapat Kabar Kematian Alvaro Setelah delapan bulan menunggu ketidakpastian, keluarga Alvaro akhirnya menerima kabar duka pada Sabtu (22/11/2025). Sayem (53), nenek Alvaro, menceritakan bahwa pihak kepolisian memberi tahu bahwa cucunya ditemukan telah meninggal dunia. Terduga pelaku, yang juga ayah tiri Alvaro, Alex, disebutkan meninggal dalam kondisi dugaan bunuh diri.
Sayem mengatakan kabar tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah Alam.
“Begitu kakeknya datang, baru Bu Seala mengatakan tersangka dan Alvaro sudah ditemukan. Namun, kemudian beliau berhenti berbicara,” tuturnya.
Ketika Sayem menanyakan keberadaan sang cucu, barulah kebenaran disampaikan.
“Saya tanya, ‘kalau sudah ketemu, cucu saya mana?’ Baru dijelaskan bahwa Alvaro sudah meninggal. Tersangka juga sudah tidak ada,” katanya.
Mendengar kabar itu, Sayem sempat jatuh pingsan.
Saat ini jenazah Alvaro berada di RS Polri Kramat Jati untuk keperluan autopsi dan pemeriksaan forensik lanjutan. Sementara keluarga masih ragu terkait identitas jenazah Alex.
“Kakeknya belum percaya. Yang diberikan hanya foto kuburan,” ujar Sayem.
Hasil Rekonstruksi Menguatkan Dugaan Keterlibatan Alex Dalam proses pengungkapan, polisi menggelar rekonstruksi. Seorang marbot masjid mengenali suara orang yang menjemput Alvaro, yang kemudian dicocokkan dengan suara Alex. Beberapa anak yang ada di Polda Metro Jaya juga turut diminta mencocokkan foto.
“Mereka bilang itu omnya Alvaro, yaitu Alex,” kata Sayem.
Meski Alex sempat membantu membuat laporan ke polisi dan terlibat dalam pencarian, keluarga sudah merasa curiga sejak awal.
Dari informasi yang diperoleh keluarga, Alvaro diduga meninggal satu hari setelah dijemput.
“Katanya mulutnya disumpal pakai handuk. Pelaku mengaku itu tidak sengaja,” ungkap Sayem.
Jenazah Alvaro disebutkan sempat disimpan di rumah adik Alex di Bogor sebelum akhirnya dibuang ke sungai di kawasan Citaro. Keluarga yakin ada peran pihak lain.
“Pasti keluarga terlibat. Nitip mayat kok mau?” ujar Sayem.
Ibu Alvaro Dipulangkan, Keluarga Minta Kasus Tidak Berhenti pada Alex Arum, ibu kandung Alvaro yang bekerja di Medan, telah dipulangkan atas bantuan Kapolsek Seala untuk mengurus proses identifikasi jenazah. Keluarga berharap penyelidikan tidak berhenti meski Alex telah meninggal.
“Kalau masih hidup, saya ingin dihukum mati,” ujar Sayem.
Ia meminta agar seluruh kemungkinan keterlibatan pihak lain ditelusuri hingga tuntas.
Hil.











